Cara Rasul Menyambut Malam “Lailatul Qadar”

0
1253

BincangSyariah.Com –  Di antara keistimewaan yang diberikan Allah di bulan Ramadan adalah malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar hanya ada di bulan Ramadan dan merupakan malam paling utama dibanding malam-malam yang lain. Di dalam Alquran, malam ini digambarkan oleh Allah sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di malam tersebut, pahala dilipatgandakan, doa dikabulkan dan pintu-pintu langit dan surga dibuka oleh Allah.

Dalam hadis riwayat imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah, dia berkata;

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Nabi Saw ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadan, beliau mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”

Oleh karena itu, umat Muslim pada malam Lailatul Qadar dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, membaca istigfar dan berdoa kepada Allah. Ibadah yang dilakukan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, pahalanya bernilai lebih baik dari beribadah seribu bulan. Tidak hanya itu, Allah akan mengampuni dosa seseorang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan beribadah kepada Allah.

Disebutkan dalam hadis riwayat imam Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar (dengan beribadah) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Di antara ragam ibadah yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak doa kepada Allah. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Nabi Saw. kepada Sayidah Aisyah sebagaimana dalam hadis riwayat imam Tirmizi berikut;

Baca Juga :  Makna Lailatul Qadar Menurut Grand Syaikh Al-Azhar

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari Sayidah Aisyah, dia berkata, ‘wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat engkau jika aku tahu bahwa malam tertentu adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti saya ucapkan?’ Nabi Saw menjawab, ‘Bacalah doa berikut ini: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).”

Di kalangan kaum Muslim, khususnya di Nusantara, doa ini rutin dibaca setiap kali selesai melaksanakan shalat witir berjamaah. Hal ini dikarenakan pada dasarnya tidak ada yang tahu pasti kapan malam lailatul qadar itu terjadi, di awal Ramadan, pertengahan atau di akhir.

Karena itu, kaum Muslim membaca doa ini setiap malam setelah shalat witir berjamaah dengan harapan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Mereka menyambut datangnya malam Lailatul Qadar dengan merutinkan membaca doa ini di setiap malam bulan Ramadan.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here