Cara Membasuh Wajah yang Benar Saat Wudhu

1
7921

BincangSyariah.Com – Saat terburu-buru melakukan wudhu terkadang seseorang tidak terlalu memperhatikan batasan-batasan anggota wudhu yang mesti dibasuh dengan sempurna. Sehingga pada akhirnya wudhu yang dia lakukan hanya sekedar membasahi anggota-anggota wudhunya saja.

Menurut Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, sesorang yang meninggalkan sebagian kecil dari bagian yang seharusnya dibersihkan maka wudhunya dinilai tidak sah. Karena itulah dalam hadis Rasulullah menganjurkan agar menyempurnakan basuhannya saat wudhu. Diriwayatkan dari Nu’aim bin Abdullah al-Mujmir yang menceritakan demikian:

رَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ، ثُمَّ يَدَهُ الْيُسْرَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى ، حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ، ثُمَّ قَالَ : هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ

Aku melihat Abu Hurairah ra. berwudhu. Ia basuh wajahnya dengan sempurna, kemudian membasuh tangannya sebelah kanan hingga sampai ke lengan atasnya, kemudian membasuh tangan kirinya hingga sampai lengan atasnya, kemudian ia mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanan hingga sampai ke betis, kemudian membasuh kaki kiri hingga sampai ke betis. Kemudian ia berkata, Beginilah saya melihat Rasulullah Saw. berwudhu.” (HR. Muslim)

Untuk melaksanakan wudhu dengan benar seseorang harus mengetahui batasan-batasan anggota wudhu yang harus dibasuh. Misalnya dalam membasuh wajah.

Mengenai tata cara membasuh wajah yang benar telah dijelaskan oleh Abu Abdillah Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib dengan redaksi berikut:

و الثاني غسل جميع الوجه وحدّه طولاً ما بين منابتشعر الرأس غالباً وآخر اللحيين، وهما العظمان اللذان ينبت عليهما الأسنان، السفلى يجتمع مقدمهما في الذقن، ومؤخرهما في الأذنين وحدّه عرضاً ما بين الأذنين. 

Artinya; dan fardu kedua adalah membasuh wajah. Batasan panjang wajah adalah anggota di antara tempat-tempat yang umumnya tumbuh rambut kepala dan pangkalnya lahyaini (dua rahang). Lahyaini adalah dua tulang tempat tumbuhnya gigi bawah. Ujungnya bertemu di janggut dan pangkalnya berada di telinga. Dan batasan lebar wajah adalah anggota di antara kedua telinga.

Baca Juga :  Wajibkah Puasa bagi Penyandang Gangguan Jiwa dan Disabilitas Intelektual

Jika di wajah terdapat bulu yang tipis atau lebat, lanjut al-Gazi, maka wajib mengalirkan air pada bulu tersebut beserta kulit yang berada di baliknya.

Di samping membasuh seluruh wajah,  al-Gazi juga menekankan agar membasuh sebagian dari kepala, leher dan anggota di bawah janggut. Yang demikian bertujuan untuk kehati-hatian agar wajah terbasuh dengan sempurna saat berwudhu.

Hal ini sesuai dengan kaidah dasar fikih yang mengatakan ma la yatim al-wajib illa bihi fahuwi bihi wajib, atau yang artinya segala sarana yang denganya suatu kewajiban akan terlaksana secara sempurna maka sarana tersebut hukumnya wajib. Wallahu alam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here