Cara Memandikan Jenazah Korban Kebakaran

0
4389

BincangSyariah.Com – Ketika terjadi musibah kebakaran, seringkali meninggalkan korban jiwa yang kondisi badannya melepuh hebat dengan luka bakar tingkat tinggi. Dalam kondisi demikian, satu sisi ada keinginan untuk menyempurnakan prosesi tajhizul janaiz dengan memandikan jenazah, namun di sisi lain, kenyataannya setiap kali tubuh korban disiram air, maka akan banyak kulit ataupun daging yang terkelupas.

Secara umum, sebenarnya syariat islam memiliki prinsip dasar kemurahan. Ada banyak sekali kemurahan yang diberikan dalam syariat Islam karena memang tujuan utama syariat Islam adalah untuk memberikan kemaslahatan bagi umat manusia, bukan untuk mempersulit.

Misalnya ketika seseorang susah melaksanakan sholat dengan berdiri, maka ia boleh sholat dengan duduk atau berbaring menyesuaikan kadar kemampuan orang tersebut. Ketika seseorang susah menggunakan air untuk wudhu atau mandi, maka syariat memperbolehkan tayammum menggunakan debu.

Demikian pula dalam persoalan memandikan jenazah. Ketika dianggap susah memandikan jenazah korban kebakaran, maka syariat memperbolehkan mengganti prosesi memandikan tersebut dengan tayammu. Hal ini ditegaskan oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli dalam kitabnya, Kanzur Raghibin Syarh Minhaj at-Thalibin (j. 1 h. 404),

وَمَنْ تَعَذَّرَ غُسْلُهُ – كَأَنْ احْتَرَقَ وَلَوْ غُسِّلَ لَتَهَرَّى (يُمِّمَ) وَلَا يُغَسَّلُ مُحَافَظَةً عَلَى جُثَّتِهِ لِتُدْفَنَ بِحَالِهَا

“(Jika ada jenazah yang susah dimandikan), seperti korban kebakaran yang jika dimandikan maka kulitnya akan terkelupas, (maka ditayammumi) dan tidak usah dimandikan untuk menjaga jasad mayit sehingga dia dikuburkan dalam bentuk aslinya.”

Baca Juga :  Hukum Puasa Qadha' di Hari-hari Tasyriq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here