Cara Melakukan Tawaf Ifadah saat Ibadah Haji

0
12366

BincangSyariah.Com – Tawaf ifadah adalah salah rukun haji yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf ini juga bisa disebut dengan tawaf ziyarah atau tawaf fardh. Tawaf ifadah ini dilaksanakan setelah wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, lempar jumrah, nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala.

Tawaf ifadah dimulai dengan memberi salam kepada Hajar Aswad dan diakhiri dengan salam pula kepadanya. Allah menjelaskan perihal tawaf ini dengan firmanNya:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Dan hendaklah mereka melakukan melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Alhajj: 29)

Adapun wajib tawaf yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

Pertama, suci dari hadas besar dan kecil

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُا إِنَّ أَوَّلَ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَدِمَ مَكَّةَ أَنَّهُ تَوَضَّأَ ثُمَّ طَافَ بِالْبَيْتِ .رواه الشيخان

Dari Aisyah ra, dia mengatakan sesungguhnya hal yang pertama kali dilakukan Rasulullah saw. ketika tiba di Mekkah adalah berwudu kemudian tawaf di Baitullah. (HR Bukhari Muslim).

Kedua, suci pakaian, badan, dan tempat dari najis.

عن ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ صَلَاةٌ إلَّا أَنَّ اللَّهَ أَبَاحَ فِيهِ الْكَلَامَ فَمَنْ تَكَلَّمَ فِيهِ فَلَا يَتَكَلَّمُ إلَّا بِخَيْرِ . الترمذي والدارقطني

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: “Tawaf adalah seperti salat, hanya Allah memperbolehkan berbicara di dalamnya. Maka barang siapa berbicara maka janganlah berbicara kecuali dengan pembicaraan yang baik. (HR Tirmidzi dan Daroqutni).

Ketiga, menutup aurat.

عَنْ أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعَثَهُ في الحَجَّةِ الَّتي أَمَّرَهُ النَّبيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا قَبْلَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ يَوْمَ النَّحْرِ في رَهْطٍ يُؤَذِّنُ في النَّاسِ لا يحُجُّ بَعْدَ الْعَامِ مُشْرِكٌ وَلا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ عُرْيَانٌ

Baca Juga :  Hukum Makan dan Minum saat Tawaf

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. pernah mengutusnya pada waktu haji yang telah diperintahkan Rasulullah saw. sebelum haji wada’, pada hari Nahar (tanggal 10 Zulhijjah) bersama sejumlah sahabat untuk menyampaikan kepada masyarakat luas larangan dari beliau: agar tidak boleh ada orang musyrik yang menunaikan ibadah haji dan tidak boleh (pula) melakukan tawaf dengan telanjang bulat di Baitullah. (HR Bukhari Muslim).

Keempat, Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang tawaf dan tidak boleh lewat di atas Syadhrawan (pondasi Ka’bah) dan dalam Hijir lsmail, karena Syadhrawan dan Hijir lsmail itu bagian dari Ka’bah.

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَاسْتَلَمَ الْحَجَرَ ثُمَّ مَضَى عَلَى يَمِينِهِ فَرَمَلَ ثَلَاثًا وَمَشَى أَرْبَعًا

Hal ini berdasarkan pada pernyataan Jabir r.a., ”Tatkala Rasulullah saw. tiba di Mekkah, masuk ke masjid lalu beliau mendatangi Hajar Aswad dan menyalaminya, kemudian berjalan di sebelah kanannya, lalu beliau lari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan biasa empat kali putaran.” (HR Muslim)

Kelima, memulai tawaf dari Hajar Aswad

عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ : رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَقْدَمُ مَكَّةَ ، يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ الأَسْوَدَ أَوَّلَ مَا يَطُوفُ يَخُبُّ ثَلاثَةَ أَطْوَافٍ مِنَ السَّبْعِ البخاري ومسلم

Dari Salim dari Bapaknya ra, ia berkata: Aku melihat Rasulallah saw tatkala tiba di Mekkah, beliau mendatangi Hajar Aswad lalu menyalaminya. Dan pertama tawaf beliau lari-lari kecil tiga kali dari tujuh kali putaran.” (HR Bukhari Muslim).

Keenam, melakukan tawaf tujuh kali putaran sempurna dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad, karena Nabi saw. melakukannya tujuh kali putaran,

Baca Juga :  Bolehkah Berbicara Saat Tawaf?

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَرَى إِلَّا الْحَجَّ حَتَّى قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعًا وَصَلَّى خَلْفَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ. رواه مسلم

Dari Jabir r.a.,  bahwa kami keluar bersama Rasulallah saw., tidak bertujuan kecuali haji, sampai beliau datang ke Mekkah, lalu tawaf di Baitullah tujuh kali putaran kemudian salat di belakang makam Ibrahim ” (H.R. Muslim).

Ketujuh, melakukan tawaf di dalam masjid  yaitu sekitar Ka’bah dan Syadzrawan (pondasi Ka’bah). Allah berfirman:

وَلْيَطَّوَّفُواْ بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ– الحج :٢٩

 Artinya: “dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (Qs Alhajj ayat: 29)



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here