Cara Allah Mengabulkan Permintaan Hamba-Nya

9
3635

BincangSyariah.Com – Berdoa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu Allah memang menyukai hambanya yang suka berdoa. Karena itu dalam kalam-Nya, Allah SWT. berjanji akan mengabulkan segala permintaan hambanya.

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya; Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah 186)

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab tafsirnya, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan doa seorang hamba yang meminta kepada-Nya, bahwa doa itu tidak akan tersia-sia dan akan dicatat sebab Allah adalah Zat yang Maha Mendengarkan doa.

Berdasarkan ayat di atas, al-Manawi dalam Faidh al-Qadir mengatakan bahwa setiap doa seorang muslim pasti akan dikabulkan, hanya saja cara pengabulannya berbeda-beda. Terkadang sesuai dengan apa yang diminta, terkadang diganti dengan sesuatu hal yang lebih sesuai untuk kebaikannya bahkan lebih baik dari apa yang diminta, atau dijawab dengan menjauhkannya dari sesuatu atau kejadian yang buruk, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik di akhirat atau diberikan pengampunan.

Sebagaimana Rasul Saw. bersabda;

عن أبي سعيد : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ” ما من مسلم يدعو الله عز وجل بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم ، إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث خصال : إما أن يعجل له دعوته ، وإما أن يدخرها له في الآخرة ، وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها ” قالوا : إذا نكثر . قال الله أكثر

Dari Sahabat  Abi Sa’id, Sesungguhnya Nabi Saw bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi saw. lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad)

Jadi Islam sangat menganjurkan hambanya agar memperbanyak doa dan meyakini bahwa doa tersebut akan dikabulkan, sebab sebanyak-banyaknya doa hamba tak akan melebihi karunia Allah yang maha luas dan tinggi. Jika permintaan dalam doanya adalah tentang hal duniawi ketahuilah doa tersebut pasti akan dikabulkan oleh Allah dengan cara-cara yang telah Rasul jelaskan dalam hadis di atas. Namun perlu diingat pula bahwa agar doa dikabulkan harus diperhatikan pula syaratnya, seperti doa tersebut bukan permintaan yang mengandung dosa dan memutuskan tali silaturahmi. Wallahu’alam.

 

9 KOMENTAR

  1. Beribadah kepada Allah karena keyakinan atau sekedar ikut2 budaya nenek moyang…??? Bagaimana menumbuhkan keyakinan kepada Allah yg mana wujud dan rupanya saja tak pernah terlihat, tak pernah berjumlah dgn para nabinya, tak pernah melihat malaikatnya dan doa yg tak pernah kunjung terkabul,

  2. […] Syekh Ramadhan Al Buthi mensyarah hikmah ini dalam bukunya Hikam ‘Athaiyyah Syarh wa Tahlil. Menurutnya, Allah telah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya. Artinya, bukan asal permintaan  melainkan doa. Al Buthi memaparkan banyak orang yang meminta agar permintaannya diijabah namun sebenarnya dia tidak berdoa sehingga permintaannya tidak kunjung dikabulkan. (Baca: Cara Allah Mengabulkan Permintaan Hamba-Nya) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here