Bolehkah Membaca Al-Quran Sambil Selonjor?

1
6227

BincangSyariah.Com –Ketika kita membaca al-Quran, kita sangat dianjurkan untuk mematuhi adab-adab membaca al-Quran yang telah dijelaskan oleh para ulama. Di antaranya adalah menghadap kiblat, menutup aurat, dan duduk dengan khusyuk dan tenang. Dalam kondisi tertentu, entah karena capek atau lainnya, ada seseorang yang membaca al-Quran sambil duduk dengan kaki selonjoran padahal umumnya orang membaca dengan bersila. Membaca al-Quran sambil kaki selonjor, apakah boleh?

Menurut Imam Nawawi, membaca al-Quran boleh dilakukan dalam keadaan seperti apa saja, misalnya duduk, berdiri, tiduran, bersila, selonjoran atau lainnya. Meskipun boleh, namun kita dianjurkan untuk membacanya dalam keadaan menghadap kiblat, duduk dengan khusyuk sambil menundukkan kepala sebagai bentuk pengagungan terhadap al-Quran.

Selain itu, pada saat kita membaca al-Quran, kita dianjurkan untuk duduk sebagaimana duduk di depan seorang guru, ustaz, atau syaikh. Tentu jika kita duduk di depan guru, ustaz, atau syaikh, kita akan semaksimal mungkin duduk dengan  khusyuk, tenang, dan dengan kaki bersila, bukan berselonjor. Begitu juga ketika membaca al-Quran, kita dianjurkan untuk duduk dengan khusyuk, tenang, sopan dan dengan kaki bersila, bukan berselonjor.

Oleh karena itu, jika tidak ada uzur karena sakit, atau lainnya, sebaiknya kita membaca al-Quran dengan duduk bersila, bukan berselonjor. Hal ini karena duduk dengan kaki berselonjor merupakan etika yang tidak baik jika kita sedang duduk dengan seorang guru, apalagi jika kita sedang membaca al-Quran. Padahal pada saat kita membaca al-Quran, hakikatnya kita sedang berkomunikasi dengan Allah, sehingga selayaknya kita duduk dengan sopan dan baik dalam rangka memuliakan al-Quran dan Allah Swt.

Dalam kitab al-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Quran, Imam Nawawi berkata sebagai berikut;

Baca Juga :  Quraish Shihab: Ulama Tafsir yang Bijak dan Mendidik

يستحب للقارئ في غير الصلاة ان يستقبل القبلة فقد جاء في الحديث  خير المجالس ما استقبل له القبلة  و يجلس متخشعا بسكينة و وقار مطرقا رأسه، و يكن جلوسه وحده في تحسين ادبه و خضوعه كجلوسه لين يدي معلمه، فهذا هو الاكمال و لو قرأ قائما او مضطجعا او في فراشه او على غير ذلك من الاحوال جاز و له اجر و لكن دون الاول

“Disunahkan bagi orang yang membaca al-Quran di luar salat untuk menghadap kiblat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis, ‘Sebaik-baik duduk adalah yang menghadap kiblat.’ Juga disunahkan duduk dengan khusyuk, diam, dan tenang serta menundukkan kepalanya. Hendaknya duduk dengan memperbagus adabnya serta merendahkan diri layakya duduk di hadapan gurunya. Duduk seperti ini adalah duduk yang paling sempurna. Namun jika ia membaca dengan berdiri, tidur miring atau membaca di tempat tidurnya atau dalam posisi yang lain, maka diperbolehkan dan ia tetap mendapatkan pahala, tetapi bukan yang utama.”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here