Bolehkah Zakat Disalurkan untuk Pembelian Alat-Alat Kesehatan?

0
1139

BincangSyariah.Com – Di kondisi Pandemi seperti sekarang ini, kebutuhan terhadap alat-alat kesehatan atau pengobatan menjadi meningkat. Misalnya, pandemi covid-19 saat ini membuat kebutuhan terhadap pengobatan dan alat-alat kesehatan menjadi tinggi. Namun, tidak semua orang dapat mengakses alat-alat kesehatan ini, sebagian karena harga penggunannnya cukup tinggi. Misalnya, Rapid Test yang difasilitasi Pemerintah disebutkan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan atau yang memang sudah menunjukkan gejala yang parah. Adapun yang belum memiliki gejala yang parah, bisa mengakses alat-alat tes tersebut dengan harga yang cukup tinggi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tentu dengan harga seperti ini, mereka yang kurang mampu meskipun belum ada gejala sakit tidak bisa mengakses alat kesehatan tersebut. Melihat fenomena itu, bolehkah sejumlah harta yang sudah dikumpulkan untuk zakat disalurkan untuk pembelian alat-alat kesehatan dan pengobatan ?

Terkait persoalan ini, Dar al-Ifta al-Mishriyyah, lembaga Fatwa Mesir, merilis fatwa ini. Lembaga yang kini diketuai oleh Dr. Syauqi ‘Allam ini, menjelaskan bahwa prinsipnya, zakat itu adalah model penyaluran harta dari yang berkecukupan kepada fakir miskin. Dasarnya adalah hadis Nabi Saw. dari Mu’adz bin Jabal ra.

أَنَّ اللهَ قد فَرَضَ عليهم صَدَقةً تُؤخَذُ مِن أَغنِيائِهم فتُرَدُّ على فُقَرائِهم

sesungguhnya Allah telah mewajibkan sedekah kepada umat muslim, yang diambil dari kalangan yang kaya dan diberikan kepada yang fakir. (Muttafaqun ‘Alayh)

Hadis ini menjadi keumuman dalil yang digunakan oleh Dar al-Ifta’ tentang kebolehan menyalurkan zakat dalam bentuk pembelian pengobatan untuk mereka yang fakir dan miskin. Fakir dan Miskin adalah diantara kelompok yang bisa menerima zakat, dan yang dimaksud ini bukan hanya disalurkan dalam bentuk harta seperti uang tunai dan kebutuhan pangan, tapi juga untuk kesehatan mereka. Imam al-Kasani, ulama dari kangan Mazhab Hanafi dalam karyanya Badai’ as-Shonaai’ mengatakan,

Baca Juga :  Apakah Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban Bidah?

أداء الزكاة من باب إعانة الضعيف، وإغاثة اللهيف، وإقدار العاجز وتقويته على أداء ما افترض الله عز وجل عليه من التوحيد والعبادات، والوسيلةُ إلى أداء المفروضِ مفروضٌ

Menunaikan zakat itu termasuk bentuk pertolongan pada yang lemah, membantu yang masih meminta, memberdayakan yang kesulitan dan menguatkannya untuk menunaikan apa yang Allah wajibkan baik dalam bentuk keimanan maupun ibadah. Dan, wasilah untuk menunaikan yang wajib (misalnya kesehatan, keberdayaan) itu hukumnya juga wajib.

Kesimpulannya adalah, menyalurkan zakat dalam bentuk pembelian alat-alat kesehatan atau obat bagi mereka yang tidak mampu itu diperbolehkan, khususnya apabila mereka yang tidak mampu ini dalam kondisi sakit dan tidak punya cukup harta untuk berobat.

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here