Bolehkah Salat Tanpa Menggunakan Tutup Kepala?

0
640

BincangSyariah.Com – Salat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan setiap orang Islam. Salat dinilai sah dan akan diterima  Allah ketika sudah memenuhi syarat dan rukunnya. Kita sering mendengar pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat tentang problematika kehidupan, misalnya tentang urusan ibadah khususnya salat. Ada pertanyaan tentang seputar menutup kepala dalam salat yaitu, bagaimana hukumnya orang yang salat tanpa menggunakan penutup kepala?

Di dalam Fatawa Dar Al-Ifta’ Al-Misriyyah ada penjelasan bahwa:

ﺻﻼﺓ اﻟﺮﺟﻞ ﺇﻣﺎﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﻣﺄﻣﻮﻣﺎ ﺃﻭ ﻣﻨﻔﺮﺩا ﻋﺎﺭﻯ اﻟﺮﺃﺱ ﺻﺤﻴﺤﺔ ﻓﻰ ﺟﻤﻴﻊ اﻟﻤﺬاﻫﺐ، ﻷﻥ ﺷﺮﻁ ﺻﺤﺔ اﻟﺼﻼﺓ ﺳﺘﺮ اﻟﻌﻮﺭﺓ، ﻭﺭﺃﺱ اﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺴﺖ ﻋﻮﺭﺓ ﺑﺎﺗﻔﺎﻕ ﺣﺘﻰ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻟﺼﺤﺔ اﻟﺼﻼﺓ ﺳﺘﺮﻫﺎ، ﻭﻟﻜﻦ اﻷﻓﻀﻞ ﺗﻐﻄﻴﺔ اﻟﺮﺃﺱ ﻓﻰ اﻟﺼﻼﺓ

Salat seseorang yang tak memakai penutup kepala hukumnya sah menurut semua mazhab, walaupun ia menjadi imam atau makmum, bahkan ketika salat sendirian sekalipun. Karena salah satu syarat sahnya salat adalah menutup aurat. Sedangkan kepala laki-laki tak termasuk aurat, jadi tak wajib ditutupi. Tetapi yang lebih utama adalah menutupnya.

Dari sini dapat dipahami bahwa jika seseorang mengetahui syarat dan rukunnya salat maka ia akan mudah memecahkan pertanyaan yang ia hadapi maupun orang lain, terutama kepala tak termasuk aurat bagi laki-laki, maka bila seseorang tak menutupnya maka salatnya tetap sah.

Tulisan ini sudah diterbitkan di Islami.co

Baca Juga :  Ragam Bacaan Tasbih yang Bisa Dibaca Ketika Ruku’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here