Bolehkah Sahur Puasa Sunnah Setelah Azan Subuh?

1
137

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa niat puasa sunnah boleh dilakukan setelah waktu shalat shubuh tiba hingga tergelincirnya matahari atau saat waktu Dzhuhur tiba. Namun bagaimana dengan sahur saat hendak melakukan puasa sunnah, apakah boleh sahur puasa sunnah setelah azan subuh?

Menurut para ulama, sahur adalah makan atau minum yang dilakukan antara pertengahan malam hingga terbitnya fajar atau saat waktu shalat shubuh tiba. Batas akhir sahur adalah ketika terbit fajar atau saat waktu shalat Shubuh tiba. Ini berlaku baik untuk puasa wajib maupun puasa sunnah.

Meski niat puasa sunnah boleh dilakukan setelah terbit fajar hingga tergelincirnya matahari, namun dalam masalah sahur tidak boleh dilakukan setelah adzan Shubuh atau setelah terbit fajar. Hal ini karena batas akhir sahur adalah terbitnya fajar, baik puasa sunnah maupun puasa wajib.

Oleh karena itu, jika seseorang hendak melakukan puasa sunnah, maka dia tidak boleh sahur setelah azan Subuh.  Jika dia sahur setelah azan Subuh, maka puasanya batal, tidak sah.

Mengenai batas akhir sahur ini, Syaikh Abu Bakar Syatha berkata dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وقت السحور: بين نصف الليل وطلوع الفجر، وأنه يحصل بكثير المأكول وقليله. (والحاصل) أن السحور يدخل وقته بنصف الليل، فالأكل قبله ليس بسحور، فلا يحصل به السنة

Waktu sahur adalah antara pertengahan malam hingga terbit fajar, dan sahur boleh dengan makanan yang banyak maupun sedikit. Intinya, sahur waktunya dimulai sejak pertengahan malam, karena itu makan sebelum itu tidak disebut sahur sehingga tidak mendapatkan kesunnahan.

Ini juga sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ إِلَى أَنَّ وَقْتَ السَّحُورِ مَا بَيْنَ نِصْفِ اللَّيْل الأْخِيرِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ، وَقَال بَعْضُ الْحَنَفِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ: هُوَ مَا بَيْنَ السُّدُسِ الأْخِيرِ وَطُلُوعِ الْفَجْرِ

Kebanyakan ulama fiqih berpendapat bahwa waktu sahur dimulai antara pertengahan malam terakhir sampai terbitnya fajar. Sebagian ulama Hanafiyah dan  Syafiiyah berkata; Waktu sahur dimulai sejak seperenam malam terakhir hingga terbitnya fajar.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here