Bolehkah Puasa Syawal di Bulan Dzulqa‘dah?

0
1096

BincangSyariah,Com – Tak terasa kita sudah berada di pengujung bulan Syawal, sebuah bulan istimewa yang Allah syariatkan puasa sunnah enam hari yang pahalanya sama seperti puasa selama setahun. Dalil yang digunakan untuk berhujjah mengeni kesunnahan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Abu Ayyub Al Anshary. Menurut hadis ini, dikatakan bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun (HR Muslim)

Lantas apakabar puasa Syawal kita tahun ini? Sudahkah genap enam hari, atau hanya bisa berpuasa dua hari karena banyaknya agenda halalbihalal yang tidak memungkinkah untuk melanjutkan puasa? Atau baru sehari puasa sudah kedatangan tamu bulanan lagi? Dan banyak hal lain yang bisa jadi alasan seseorang belum bisa menyempurnakan puasa Syawal dengan enam harinya.

Dalam Syarh Al Kharsyi, Imam Malik menyebutkan bahwa puasa Syawal boleh dilanjutkan atau diqada di bulan lain, termasuk bulan Dzulqa’dah. Dikatakan bahwa pembuat syariat menyebut kata “syawal” dalam rangka meringankan, bukan tentang kekhususan hukum puasanya. Dengan demikian barangsiapa yang berpuasa Syawal (melanjutkan) di bulan Dzulqa’dah, maka tetap akan mendapatkan keutamaan berpuasa enam hari di bulan Syawal.

Kalangan Syafi’iyah juga berpendapat bahwa qada puasa sunnah hukumnya adalah sunnah juga. Menurunya siapapun yang memulai ibadah sunnah selain haji dan umrah, maka ia tidak harus menyelesaikannya. Dia boleh menghentikannya di tengah jalan, tanpa disertai kewajiban untuk mengqadanya. Namun tetap dianjurkan untuk mengerjakan ibadah meskipun sunnah sampai selesai, sebab itu terhitung penyempurnaan ibadah yang diperintahkan syariat. Bila memutuskan puasa itu karena adanya udzur, maka ini tidak makruh bahkan dianjurkan dalam beberapa kondisi, semisal menemani makan tamu yang berkunjung.

Baca Juga :  Dalil Fadilah Puasa: Diangkatnya Derajat Orang-orang yang Berpuasa (II)

Cukup berbeda dengan pendapat ulama mazhab Hanbali yang menyatakan bahwa puasa Syawal tidak bisa dilaksanakan di luar bulan Syawal. Dengan artian meskipun kita berusaha menggenapkan puasa Syawal hingga enam hari di bulan lain, tetap tidak akan mendapatkan keutamaan puasa Syawal tersebut. Pemaparan tersebut terdapat dalam Kasyful Qina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here