Bolehkah Orang yang Sedang Salat Melarang untuk Dilewati?

0
959

BincangSyariah.Com – Jika seseorang melaksanakan salat dengan membuat pembatas di depannya, maka disunahkan melarang orang lain untuk lewat di tengah-tengah antara pembatas tersebut dan dirinya. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Sa’id Alkhudri berikut, Nabi Saw. bersabda;

إذا صلَّى أحدُكُم إلى شيءٍ يستُرُهُ من الناسِ،فأرادَ أحَدٌ أنْ يَجتازَ بين يديْهِ، فليدفَعْهُ، فإنْ أبى فَليُقاتِلهُ، فإنما هو شيطانٌ

“Jika salah seorang dari kalian salat menghadap sesuatu yang ia jadikan pembatas dari orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara ia dengan pembatas tersebut, maka cegahlah. Jika dia enggan dicegah, maka tolaklah dia dengan keras, karena sesungguhnya dia adalah setan.”

Ketika mencegah, dianjurkan untuk menggunakan cara yang baik dan halus sekiranya orang lain tersebut tidak lewat di depannya. Jika cukup menggunakan dengan cara halus, maka tidak boleh menggunakan cara yang keras. Hal ini sebgaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu berikut;

ويدفعه دفع الصائل بالأسهل ثم الأسهل ويزيد بحسب الحاجة

“Dan hendaknya mencegah orang yang lewat seperti mencegah maling, yaitu mencegah dengan cara yang paling ringan, kemudian yang paling ringan. Dan boleh ditambah keras hanya sesuai kebutuhan.”

Adapun jika orang yang salat tidak membuat pembatas atau pembatasnya jauh hingga melebihi tiga hasta, maka ada dua pendapat tentang kebolehan mencegah orang yang lewat di depannya.

Pertama, dia boleh mencegah orang yang lewat. Hal ini karena orang yang lewat dinilai lalai dan membuat kesalahan disebabkan lewat di depan orang salat.

Kedua, dia tidak berhak mencegah orang yang lewat. Yang dinilai lalai dan bersalah adalah orang yang salat karena tidak membuat pembatas terlebih dulu sebelum salat, bukan orang yang lewat. Lewat di depan orang yang salat namun tidak membuat pembatas hukumnya tidak haram, tapi makruh.

Baca Juga :  Lebih Baik Mana Salat di Tempat yang Sama atau Beda Tempat?

Pendapat kedua ini yang paling sahih, sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi berikut;

أما إذا لم يكن بين يديه سترة أو كانت وتباعد عنها فوجهان ، أحدهما : له الدفع لتقصير المار ، وأصحهما ليس له الدفع لتقصيره بترك السترة

“Adapun jika di depan orang yang salat tidak ada pembatas atau ada tapi jaraknya jauh, maka dalam hal ini ada dua pendapat. Pertama, dia boleh mencegah karena kelalain orang yang lewat. Kedua dan yang paling sahih, dia tidak boleh dan tidak berhak mencegah karena dia sendiri yang lalai dengan tidak membuat pembatas terlebih dahulu.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here