Bolehkah Musafir Bermakmum Shalat pada Orang yang Mukim?

0
1703

BincangSyariah.Com – Salah satu keringanan atau rukhsah dari agama bagi musafir adalah menjamak dan mengqashar shalat. Terkait kriteria diperbolehkan menjamak shalat, Anda bisa baca artikel (Tata Cara Shalat Jamak). Sementara, terkait shalat qashar, Anda bisa baca artikel (Syarat Tata Cara Shalat Qashar). Namun, tentu shalat atas dasar keringanan dari syariat ini memiliki tata cara khusus yang berbeda dari shalat kita saat tidak bepergian, termasuk saat ingin melakukan shalat jamak dan qashar secara berjemaah.

Saat kita bepergian, kita dibolehkan menjamak shalat saja, mengqashar shalat saja, atau menggabungkan keduanya. Untuk shalat jamak saja, berarti kita menerapkan jumlah bilangan rakaat shalat seperti biasa, namun yang dibedakan hanya penggabungan waktu shalatnya. Misalnya, ketika kita menjamak takdim shalat Zuhur dan Ashar, berarti kita melakukan shalat Zuhur dahulu, dan langsung melakukan shalat Ashar di waktu shalat Zhuhur. Sementara rakaatnya masing-masing tetap empat rakaat untuk shalat Zuhur dan Ashar. Begitu pula dengan shalat Magrib dan Isya.

Namun, bila yang kita amalkan hanya praktik qashar, berarti kita shalat sesuai waktu masing-masing shalat lima waktu. Shalat Isya di waktu Isya, shalat Ashar di waktu Ashar, waktu Zuhur di waktu Zuhur. Hanya saja, masing-masing rakaatnya menjadi dua. Sementara Magrib dan Subuh tidak dapat diqashar menurut mayoritas ulama. Sementara itu, praktik jamak dan qashar itu menggabung dua cara di atas.

Terkait hukum musafir yang melakukan qashar shalat, Syekh Zainud Din al-Malibari berkata demikian:

وعدم اقتداء – ولو لحظة – بمتم ولو مسافرا

(seseorang yang hendak qashar shalat) itu tidak boleh bermakmum – walaupun sebentar – pada orang yang melakukan shalat dengan cara menyempurnakan rakaat shalat, walaupun imam itu orang musafir juga.

Dari pernyataan ini dapat kita pahami beberapa hal. Pertama, seorang musafir yang mengqashar shalat tentu tidak boleh bermakmum pada imam yang mukim atau tidak bepergian, karena orang yang mukim itu tidak diperkenankan mengqashar shalat. Kedua, seorang musafir yang mengqashar shalat tidak boleh bermakmum juga pada musafir yang jamak shalat, tanpa mengqasharnya.

Baca Juga :  Tata-cara Shalat Jamak

Karena itu, ketika kita bermakmum pada musafir di tengah-tengah shalat, tapi ternyata musafir itu tidak mengqashar shalat, maka kita wajib menyempurnakan shalat menjadi empat rakaat yang jika diqashar seharusnya hanya dua rakaat.

Misalnya, kita pergi dari Jakarta ke Surabaya bersama teman. Teman kita itu berwudu duluan, dan ia melakukan shalat juga duluan, tanpa menunggu kita berjemaah. Ketika sudah masuk rakaat kedua, kita baru bermakmum padanya dengan niat mengqashar shalat. Ternyata, setelah sampai rakaat kedua, teman kita itu melakukan tasyahud awal, dan melanjutkan rakaat ketiga hingga empat rakaat. Dalam kondisi bermakmum pada teman kita yang musafir namun tidak mengqashar shalat, maka kita wajib menyempurnakan shalat menjadi empat rakaat, walaupun awalnya kita sudah niat qashar shalat. Keterangan ini sebagaimana penjelasan Syekh Abu Bakar Syatha berikut:

فإن اقتدى به في جزء من صلاته – كأن أدركه آخر صلاته – لزمه الإتمام، لخبر الإمام أحمد عن ابن عباس – رضي الله عنهما – سئل ما بال المسافر يصلي ركعتين إذا انفرد، وأربعا إذا ائتم بمقيم؟ فقال: تلك السنة.

Jika seseorang yang mengqashar shalat bermakum pada imam yang menyempurnakan rakaat shalatnya, seperti saat ia bermakmum di akhir shalat imam, maka ia wajib menyempurnakan rakaat shalat (menjadi empat). Hal ini sebagaimana hadis riwayat Imam Ahmad dari Ibnu ‘Abbas Ra. yang ditanyai tentang seorang musafir yang melakukan shalat dua rakaat saat tidak berjemaah, dan empat rakaat saat bermakmum pada imam yang mukim. Ibnu ‘Abbas menjawab, “Memang begitu ajaran Sunah dari Nabi.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here