Bolehkah Menyimpan Daging Hewan Kurban?

0
755

BincangSyariah.Com – Ketika hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq, banyak dijumpai umat Muslim melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih kambing atau sapi. Terkadang di sebuah masjid tertentu, jumlah hewan yang dijadikan kurban begitu banyak sehingga daging hewan tersebut harus di simpan untuk dimakan di hari-hari berikutnya.

Apakah boleh menyimpan daging hewan kurban untuk dimakan setelah hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq?

Kebanyakan ulama dari kalangan Sahabat, Tabiin, dan Imam Empat Mazhab mengatakan bahwa boleh menyimpan daging hewan kurban untuk dimakan setelah hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq.

Bahkan Imam Nawawi dalam kitab Almajmu menyebutkan bahwa menyimpan daging hewan kurban di atas tiga hari tidak haram dan tidak makruh, tapi boleh menyimpan dan dimakan sampai kapan pun. Beliau berkata;

فيباح اليوم الادخار فوق ثلاث ايام والاكل الى متى شاء

“Sekarang dibolehkan menyimpan daging hewan kurban di atas tiga hari dan dimakan sampai kapan pun.”

Imam Nawawi menjadikan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai dasar kebolehan menyimpan daging hewan kurban di atas tiga hari. Hadis tersebut bersumber dari Buraidah, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُوْمِ الْأَضَاحِىِّ فَوْقَ ثَلاَثٍ فَأَمْسِكُوْا مَا بَدَا لَكُمْ

“Saya pernah melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah. Saya juga pernah melarang kalian menyimpan daging hewan kurban di atas tiga hari, sekarang simpanlah untuk keperluan kalian.”
Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah, bahwa dia pernah disuruh oleh Nabi Saw. untuk menyimpan daging hewan kurban agar dijadikan bekal di hari-hari berikutnya.

كُنَّا لاَ نُمْسِكُ لُحُوْمَ الْأَضَاحِىِّ فَوْقَ ثَلاَثٍ فَأَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  أَنْ نَتَزَوَّدَ مِنْهَا وَنَأْكُلَ مِنْهَا. يَعْنِى فَوْقَ ثَلاَثٍ.

Baca Juga :  Tujuh Adab yang Disunnahkan Sebelum Salat Jumat

“Kami tidak menyimpan daging hewan kurban setelah tiga hari, lantas Nabi Saw. memerintahkan kami untuk menyimpannya sebagai perbekalan dan kami pun memakan daging tersebut setelah tiga hari.”

Pada awalnya, ketika umat Muslim sedang dalam keadaan susah, Nabi Saw. melarang menyimpan daging hewan kurban melebihi tiga hari. Larangan ini dimaksudkan agar semua kaum Muslim pada waktu itu bisa makan daging hewan kurban. Namun pada tahun berikutnya, Nabi Saw. membolehkan menyimpan daging hewan kurban di atas tiga hari.

Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Salamah bin Alakwa’, bahwa Nabi Saw. bersabda;

 مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ فِى بَيْتِهِ بَعْدَ ثَالِثَةٍ شَيْئًا. فَلَمَّا كَانَ فِى الْعَامِ الْمُقْبِلِ قَالُوْا يَا رَسُولَ اللهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ أَوَّلَ فَقَالَ لاَ إِنَّ ذَاكَ عَامٌ كَانَ النَّاسُ فِيْهِ بِجَهْدٍ فَأَرَدْتُ أَنْ يَفْشُوَ فِيْهِمْ.

“Siapa pun dari kalian yang menyembelih hewan kurban, maka hendaklah dia tidak menyisakan (menyimpan) di rumahnya setelah tiga hari.” Pada tahun berikutnya mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami mesti melakukan sebagaimana yang kami lakukan tahun lalu?” Beliau menjawab: “Tidak, sesungguhnya tahun lalu orang-orang berada dalam keadaan susah hingga saya menginginkan agar daging hewan kurban ini bisa merata dirasakan oleh mereka.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here