Bolehkah Menyembelih Hewan Kurban pada Malam Idul Adha?

0
300

BincangSyariah.Com – Salah satu syarat sah menyembelih hewan kurban adalah menyembelih pada waktu yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Jika hewan kurban disembelih di luar waktu yang telah ditentukan, maka ibadah kurban tersebut dinilai tidak sah dan dianggap sama dengan sembelihan hewan biasa yang tidak memiliki nilai dan pahala ibadah kurban.

Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi menyebutkan bahwa waktu penyembelihan hewan kurban dimulai sejak matahari terbit pada hari raya Idul Adha dan kira-kira telah dilaksanakan salat Idul Adha dan dua khutbah setelahnya. Kemudian berakhir setelah matahari terbenam pada hari terakhir hari Taysriq. Dengan demikian, waktu penyembelihan hewan kurban ada empat hari, yaitu dimulai kira-kira setelah salat Idul Adha dilaksanakan pada tangal 10 Dzul Hijjah, dan tanggal 11, 12, dan berakhir setelah matahari terbenam pada tanggal 13 Dzul Hijjah.

يدخل وقت التضحية إذا طلعت الشمس يوم النحر ، ومضى بعد طلوعها قدر ركعتين وخطبتين خفيفتين… أيام نحر الأضحية يوم النحر وأيام التشريق الثلاثة

“Waktu penyembelihan hewan kurban masuk atau dimulai sejak matahari terbit pada hari raya Idul Adha, dan kira-kira telah dilaksanakan salat ukuran dua rakaat dan dua khutbah yang pendek setelah matahari terbit. Hari menyembelih hewan kurban adalah hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq yang berjumlah tiga hari setelah hari raya Idul Adha.”

Lantas apakah boleh menyembelih hewan kurban pada malam Idul Adha?

Jika melihat keterangan sebagaimana di atas, maka tidak boleh dan tidak sah menyembelih hewan kurban pada malam hari raya Idul Adha. Hal ini karena malam hari raya Idul Adha bukan waktu penyembelihan hewan kurban atau lebih tepatnya waktu penyembelihan hewan kurban belum masuk dan belum dimulai.

Baca Juga :  Doa Saat Hadapi Ujian Sekolah Agar Lancar dan Lulus

Waktu penyembelihan hewan kurban dimulai pada keesokan harinya setelah matahari terbit dan kira-kira telah melaksanakan salat dua rakaat dan dua khutbah pada hari raya Idul Adha. Imam Nawawi mengatakan dalam kitab Almjmu;

فإن ضحى قبل الوقت لم تصح التضحية بلا خلاف

“Jika menyembelih hewan kurban sebelum masuk waktunya, maka sembelihan kurbannya tidak sah tanpa ada perbedaan ulama.”

Selain itu, Nabi Saw. bersabda bahwa siapa pun yang menyembelih hewan kurban sebelum salat Idul Adha dilaksanakan, maka sembelihan hewan tersebut tidak bernilai ibadah kurban tapi sama seperti sembelihan hewan biasa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَإِنَّمَا ذَبَحَ لِنَفْسِهِ ، وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ ، وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ

“Barangsiapa yang menyembelih hewan kurban sebelum salat (Idul Adha), maka dia berarti menyembelih untuk dirinya sendiri. Barangsiapa yang menyembelih setelah salat (Idul Adha), maka ia telah menyempurnakan manasiknya dan ia telah melakukan sunah kaum muslimin.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here