Bolehkah Menshalati Jenazah Setelah Sholat Ashar?

1
1264

BincangSyariah.Com – Sudah menjadi jamak bahwa terdapat lima waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat. Di antaranya adalah sholat di waktu ketika terbitnya matahari (setelah shubuh) dan terbenamnya matahari (setelah Ashar). Namun demikian, ketika didapati seseorang meninggal setelah sholat ashar, bolehkah dishalati pada waktu itu juga?

Dr. Musthofa Dib Al Bugha dalam kitab At-Tadzhib fi Adillati Matni Ghoyati wat Taqrib karya menyebutkan bahwa terdapat “dispensasi” kebolehan melaksanakan shalat di waktu-waktu tersebut. Sholat yang boleh dilaksankan pada waktu ini harus memiliki syarat sebab yang mendahului ditegakkannya sholat. Di antara sholat fardlu ataupun sunnah yang boleh dilakukan adalah;

Pertama, Sholat Jenazah. Sebab yang menjadikan kebolehan sholat janazah dilaksanakan pada waktu terlarang itu adalah kesunnahan untuk mempercepat pengurusan mayyit. Baik dalam hal memandikan, mengkafani, mensholati dan mengukuburkannya.

Kedua, shalat tahiyyatu al-masjid (penghormatan kepada masjid). Kebolehan melaksanakan sholat ini pada waktu terlarang adalah sebab penghormatan seseorang ketika memasuki masjid. Nabi Muhammad dalam riwayat Bukhari, yang diceritakan oleh Abi Qatadah As-Salami bersabda “jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka sholatlah dua rokaat sebelum duduk”

Ketiga, shalat sunnah wudhu’. Yaitu sholat yang dilaksanakan karena dan setelah seseorang berwudlu. Salah satu sahabat nabi yang konsisten menjalankan sholat ini adalah Bilal bin Rabah. Konsistensi ini dalam sebuah hadis diceritakan menyebabkan Bilal menjadi orang yang masuk surga. Suara ketukan langkah sandalnya bahkan sudah terdengar di antara pintu surga.

Keempat adalah shalat qadha’ baik wajib atau sunnah. Nabi Muhammad bahkan mencontohkan sendiri kebolehan ini dengan melaksanakan dua rokaat sunnah ba’diyah dzuhur setelah sholat ashar.

فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ: ” سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْهُمَا، وَإِنَّهُ صَلَّى العَصْرَ، ثُمَّ دَخَلَ عَلَيَّ وَعِنْدِي نِسْوَةٌ مِنْ بَنِي حَرَامٍ مِنَ الأَنْصَارِ، فَصَلَّاهُمَا، فَأَرْسَلْتُ إِلَيْهِ الخَادِمَ، فَقُلْتُ: قُومِي إِلَى جَنْبِهِ، فَقُولِي: تَقُولُ أُمُّ سَلَمَةَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَمْ أَسْمَعْكَ تَنْهَى عَنْ هَاتَيْنِ الرَّكْعَتَيْنِ؟ فَأَرَاكَ تُصَلِّيهِمَا، فَإِنْ أَشَارَ بِيَدِهِ فَاسْتَأْخِرِي، فَفَعَلَتِ الجَارِيَةُ، فَأَشَارَ بِيَدِهِ فَاسْتَأْخَرَتْ عَنْهُ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ: «يَا بِنْتَ أَبِي أُمَيَّةَ، سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ العَصْرِ، إِنَّهُ أَتَانِي أُنَاسٌ مِنْ عَبْدِ القَيْسِ بِالإِسْلاَمِ مِنْ قَوْمِهِمْ، فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، فَهُمَا هَاتَانِ»

Baca Juga :  Etika Mencari Keutamaan Shaf Awal Ketika Jamaah Salat

Atas dasar penjelasan di atas, menshalati jenazah setelah sholat ashar, atau di waktu-waktu terlarang lainnya diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk mendapatkan kesunnahan penyegeraan kewajiban atas mayyit.

Wallahu A’lamu bis Showab

1 KOMENTAR

  1. Sungguh sangat bermanfaat apa yang disuguhkan di sini.
    Sekedar masukan, akan lebih baik jika ditampilkan juga pendapat lain yang berseberangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here