Bolehkah Menjual Hewan Akikah untuk Disedekahkan?

0
876

BincangSyariah.Com – Ulama fiqih sepakat terkait larangan menjual seluruh bagian hewan kurban, baik daging, tulang, maupun kulitnya. Hal ini disebabkan banyak riwayat dari Nabi Saw. terkait larangan menjual seluruh bagian hewan kurban meskipun uang hasil penjualan tersebut disedekahkan kepada orang lain. Di antara riwayat tersebut adalah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Qatadah bin Nu’man, Nabi Saw. bersabda;

لا تبيعوا لحوم الهدي والاضاحي فكلوا وتصدقوا واستمتعوا بجلودها ولاتبيعوها وان اطعمتم من لحمها فكلوا ان شئتم

“Janganlah kalian menjual daging hewan hadyu dan kurban. Makanlah, sedekahkan dan kalian gunakan kulitnya dan jangan menjualnya. Apabila kalian diberi daging hewan hadyu dan kurban, maka kalian makan jika kalian suka.”

Hadis ini dengan jelas melarang menjual seluruh bagian hewan kurban. Lantas bagaimana dengan hewan akikah, apakah boleh menjualnya dan kemudian uang hasil penjualan tersebut disedekahkan kepada orang lain?.

Disebutkan dalam kitab Tuhfatul Maudud, bahwa Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya membolehkan menjual kulit hewan akikah, kepala dan sejenisnya dan kemudian uang hasil penjualan tersebut disedekahkan kepada orang lain.

ويرى الامام احمد في احدى الروايتين عنه جواز بيع جلد العقيقة ورأسها ونحو ذلك ويتصدق بثمنها

“Imam Ahmad berpandangan dalam salah satu riwayatnya tentang kebolehan menjual kulit hewan akikah, kepala dan sejenisnya, kemudian hasilnya disedekahkan.”

Namun demikian, kebanyakan ulama melarang menjual seluruh bagian akikah seperti halnya hewan kurban. Hal ini karena kurban dan akikah merupakan ritual ibadah untuk mendekatkan kepada Allah. Ada banyak perkataan ulama tentang larangan menjual hewan akikah ini, di antaranya adalah Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid. Beliau berkata sebagai berikut;

واما حكم لحمها وجلدها وسائر اجزائها فحكم لحم الضحايا في الاكل والصدقة ومنع البيع

Baca Juga :  Keutamaan Memperbanyak Bacaan Alquran dalam Salat

“Adapun hukum daging akikah, kulit dan seluruh bagiannya sama seperti hukum hewan kurban, baik dalam hal boleh dimakan, disedekahkan dan larangan dijual.”

Imam Albaghawi juga mengatakan dalam kitab Attahdzib sebagai;

ولا يجوز ان يبيع شيئا منها لانه ذبحها قربة الى الله تعالى كالاضحية

“Seseorang tidak boleh menjual bagian apapun dari hewan akikah karena dia menyembelihnya untuk ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana kurban.”

Dengan demikian, ada dua pendapat terkait kebolehan menjual hewan akikah. Imam Ahmad membolehkan terutama bagian kulit dan kepala. Namun kebanyakan ulama, dan ini yang paling sahih, melarang menjual seluruh bagian hewan akikah. Oleh karena itu, sebaiknya hewan akikah jangan dijual oleh siapa saja dan untuk tujuan apa saja, termasuk tujuan untuk mensedekahkan uang hasil penjualan tersebut kepada orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here