Bolehkah Mengubur Jenazah pada Malam Hari?

1
1869

BincangSyariah.Com – Kematian memang tak melihat waktu, kapan saja bisa terjadi, termasuk pada malam hari. Sebagian orang memilih menunda pemakaman di waktu malam dan menunggu keesokan harinya. Namun tak sedikit pula yang tetap memutuskan untuk bersegera menguburkan jenazah pada malam hari itu pula.

Ulama berbeda pendapat perihal hukum mengubur jenazah pada malam hari. Sebagian ulama memakruhkan hal tersebut lantaran hadis Nabi dari Uqbah bin Amir:

ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ

Ada tiga waktu, di mana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk melakukan shalat sunah mutlak dan menguburkan jenazah kaum muslimin, yaitu ketika matahari baru terbit hingga sudah naik ke atas, ketika matahari tepat berada di atas kepada hingga dia condong sedikit dan ketika matahari hampir terbenam, sampai tenggelam (HR Muslim)

Namun Imam Nawawi menjelaskan dalam Syarh Muslim, bahwa mengenai makna hadis tersebut adalah bahwa secara sengaja mengakhirkan penguburan jenazah di tiga waktu tersebut hukumnya terlarang, sebagaimana dimakruhkan mengakhirkan shalat ashar tanpa udzur hingga cahaya matahari menguning. Namun jika penguburan jenazah tersebut tanpa sengaja, maka tidak dimakruhkan. Imam Nawawi memaparkan:

الصواب أن معناه تعمد تأخير الدفن إلى هذه الأوقات كما يكره تعمد تأخير العصر إلى اصفرار الشمس بلا عذر وهي صلاة المنافقين كما سبق في الحديث الصحيح قام فنقرها أربعا فأما إذا وقع الدفن في هذه الأوقات بلا تعمد فلا يكره

Yang benar, mengenai makna hadis, bahwa secara sengaja mengakhirkan pemakaman mayit di 3 waktu tersebut hukumnya terlarang, sebagaimana dimakruhkan mengakhirkan pelaksanaan shalat asar hingga cahaya matahari menguning, tanpa udzur. Dan ini merupakan shalatnya orang munafik. Sebagaimana disebutkan dalam hadis shahih, bahwa orang munafik shalatnya sangat cepat seperti mematuk 4 kali. Namun jika pemakaman dilakukan di 3 waktu ini dilakukan tanpa sengaja, maka tidak dimakruhkan. (Syarh Muslim, 6/114)   

Jika kita melihat pendapat yang kedua, maka hukumnya mengubur jenazah pada malam hari adalah diperbolehkan. Lembaga Fatwa Dar Al Ifta’ Mesir menyatakan bahwa para ulama sepakar boleh hukumnya melangsungkan penguburan jenazah pada malam hari, mengutip Syekh al-Hathab al-Maliki dalam Mawahib al-Jalil fi Syarh Mukhtashar Khalil. Dalam suatu riwayat dalam Al Kubro, Uqbah bin Amir pernah ditanya seseorang “bolehkah memakamkan seseorang pada malam hari? Ia menjawab:

Baca Juga :  Bahaya Riya dalam Beramal Ibadah

نعم، قد دفن أبو بكر بالليل

Boleh, dulu Abu Bakr dimakamkan di malam hari. (HR. Baihaqi)

1 KOMENTAR

  1. […] Menurut para ulama, mengubur jenazah di dalam rumah, meskipun jenazah anak kecil atau bayi, hukumnya adalah makruh. Menurut Imam Ahmad bin Hambal, mengubur jenazah di dalam rumah bisa menyulitkan penghuni rumah dan mengganggu ahli waris yang kelak akan menempati rumah tersebut. (Baca: Bolehkah Mengubur Jenazah pada Malam Hari?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here