Bolehkah Mengqada Salat Id karena Tertidur?

0
447

BincangSyariah.Com – Salah satu uforia umat Muslim di seluruh penjuru dunia dalam menyambut hari rayanya adalah dengan melaksanakan salat dengan berjamaah baik di dalam masjid atau di tanah lapang. Namun, apa jadinya jika salah satu dari kita tertinggal jamaah salat idulfitri atau iduladha, bolehkah kita mengqada’nya di hari berikutnya?

Syekh Wahbah Al Zuhaili di dalam kitab Alfiqh Al Islami Wa Adillatuhu mengatakan bahwa ulama fikih berbeda pendapat dalam masalah ini.

Pendapat pertama dari kalangan ulama Hanafiyyah dan Malikiyyah mengatakan bahwa orang yang ketinggalan salat id berjamaah bersama imam, maka ia tidak perlu mengqada’nya. Karena waktunya pun telah terlewat. Dan salat sunnah itu tidak perlu diqada’.

Selain itu, salat id itu ibadah yang diketahui lewat ketentuan dan syarat yang berlaku, maka tidaklah sempurna salat id yang dilakukan dengan sendirinya. Maka jika memungkinkan untuk mencari jamaah id lainnya, hendaknya ia lakukan, agar dapat melaksanakan salat id dengan berjamaah.

Pendapat kedua dari kalangan ulama Syafiyyah dan Hanabilah yang mengatakan bahwa orang yang tertinggal jamaah salat id bersama imam, maka ia disunnahkan mengqada’nya dengan sesuai tatacaranya. Ia boleh mengqada’nya kapanpun waktunya, baik masih di hari id atau setelahnya. Lebih baik diqada’ langsung di sisa hari itu.

Selain itu, menurut ulama Syafiyyah dan Hanabilah, sebenarnya salat id itu boleh dilaksanakan dengan tidak berjamaah (sendirian), ia boleh pula dilaksanakan untuk seorang budak, orang yang sedang berpergian dan para wanita.

Lebih lanjut, ulama Syafiyyah dan Hanabilah mengatakan bahwa jika seseorang itu mendapati telah selesai salat jamaah idulfitri/iduladha, dan ketika itu imam sedang berkhutbah, maka ia hendaknya segera melaksanakan salat tahiyyatul masjid, kemudian duduk lalu ikut mendengarkan khutbah id nya imam.

Baca Juga :  Hikmah Melirihkan dan Mengeraskan Bacaan Shalat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here