Bolehkah Mengganti Hewan Kurban dengan Hewan yang Lebih Bagus?

0
294

BincangSyariah.Com – Ketika hendak berkurban, seseorang dianjurkan untuk membeli hewan yang bagus dan bersih dari aib. Para ulama menetapkan bahwa ciri-ciri hewan yang bagus dan layak dijadikan kurban adalah sebagai berikut; gemuk, dagingnya banyak, anggota fisiknya lengkap dan sempurna dan bentuk fisiknya bagus.

Bagaimana jika seseorang sudah membeli hewan untuk kurban, kemudian dia ingin ganti dengan hewan lain yang lebih bagus, apakah boleh?

Ulama berbeda pendapat terkait masalah ini. Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa boleh mengganti hewan kurban dengan hewan lain yang lebih bagus. Pendapat ini serupa dengan pendapat Imam Malik, Imam Ahmad, Atha‘, Mujahid dan Ikrimah.

Ibnu Qudamah dalam kitabnya Almughni menjelaskan, bahwa dibolehkan mengganti hewan kurban dengan hewan yang lebih bagus, sebagaimana dibolehkan membayar zakat dengan jenis yang lebih baik dan bagus. Ketika seseorang berkewajiban mengeluarkan unta berumur 2-3 tahun sebagai zakat, maka dia diperbolehkan menggantinya dengan yang lebih baik dan bagus seperti menggantinya dengan unta yang sudah berumur 4-5 tahun.

ولانه عدل عن عين وجبت لحق الله تعالى الى خير من جنسها فجاز كما لو وجبت عليه بنت لبون فأخرج حقة في الزكاة

“Karena hal tersebut mengganti dari jenis yang wajib karena hak Allah ke jenis yang lebih bagus, maka hal tersebut boleh, sebagaimana (dibolehkan) jika seseorang wajib mengelurkan unta umur 2-3 sebagai zakat, kemudian dia menggantinya dengan unta umur 4-5 tahun.”

Sedangkan Imam Syafii tidak membolehkan sama sekali mengganti hewan kurban yang sudah dibeli dengan hewan lain meskipun lebih baik dan bagus. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Albaihaqi dari Sayidina Umar, dia berkata;

اتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلت يارسول الله اني اوجبت على نفسي بدنة وقد طلبت مني بأكثر من ثمنها فقال انحرها ولا تبعها ولوطلبت بمئة بعير

Baca Juga :  Bolehkah Wudu Sebelum Istinja’?

“Saya mendatangi Rasulullah Saw., lalu saya berkata; ‘Wahai Rasulullah, saya mewajibkan kepada diriku untuk berkurban dengan unta namun unta tersebut mau dibeli dengan harga yang lebih mahal. Kemudian Rasulullah Saw. menjawab; ‘Sembelihlah dan jangan dijual meskipun mau diganti dengan seratus ekor unta.”

Pendapat serupa juga dikatakan oleh Imam Abu Tsaur dan Abu Yusuf. Keduanya tidak membolehkan mengganti hewan kurban yang sudah dibeli meskipun dengan hewan yang lebih baik dan bagus.

Dengan demikian, hewan yang sudah dipersiapkan untuk dijadikan kurban sebaiknya tidak perlu diganti dengan hewan lain kecuali karena terdapat cacat dan aib pada hewan kurban tersebut. Jika terdapat cacat dan aib meskipun tidak sampai mengurangi kualitas hewan kurban tersebut, maka boleh diganti sebagaimana pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad di atas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.