Bolehkah Mengakhirkan Shalat Sunnah Qabliyah?

0
383

BincangSyariah.Com – Saat datang ke masjid untuk melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah, adakalanya seseorang datang di waktu yang masih cukup untuk mendengarkan azan hingga shalat sunnah dahulu. Tapi, ada juga yang datang sudah mepet waktunya dengan waktu shalat fardhu sehingga tidak sempat lagi mengerjakan shalat sunnah qabliyah. Pertanyaannya adalah, bolehkah seseorang mengakhirkan shalat sunnah qabliyah?

As-Syaikh Zainuddin al-Malibari dalam Fath al-Mu’in menyatakan bahwa diperbolehkan untuk mengakhirkan shalat sunnah qabliyah, yaitu setelah selesai melaksanakan shalat, dan bahkan tetap dikategorikan dilakukan pada waktunya (adaa’an), bukan qadha’. Bahkan, mengakhirkan shalat sunnah qabliyah ini bisa menjadi sunnah ketika waktu shalat fardhu sudah dekat atau sudah mulai dan jika kita masih mementingkan shalat sunnah qabliyah, maka shalat fardhu berjamaah akan ketinggalan. Berikut pernyataan Syaikh Zainuddin al-Malibari,

يجوز تأخير الرواتب القبلية عن الفرض، وتكون أداء، وقد يسنّ كأن حضر والصلاة تقام أو قربت إقامتها بحيث لو اشتغل بها يفوته تحرّم الإمام، فيكره الشروع فيها. ولا تقديم البعدية عليه، لعدم دخول وقتها

boleh mengakhirkan shalat sunnah qabliyah setelah shalat fardhu, dan tetap shalat qabliyah-nya menjadi ada’an (di waktunya). Dan bahkan (bukan hanya boleh namun) bisa sunnah ketika waktu shalat telah tiba dan shalat jamaah sudah dimulai atau sudah dekat iqamah, dimana kalau ia melakukan shalat sunnah ia tidak mendapati takbiratul ihram Imam. Maka menjadi makruh melakukan shalat sunnah qabliyah. Tapi tidak ada taqdim shalat sunnah ba’diyah, karena waktunya memang belum masuk (kalau di waktu shalat sunnah qabliyah).

Pendapat ini adalah pendapat yang dipilih oleh Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali. Dasarnya adalah hadis dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari Ummi Salamah Ra., ketika itu Ummi Salamah melihat Nabi shalat sunnah dua rakaat setelah shalat ashar. Ia lalu menanyakan shalat apa itu. Rasulullah menjawab,

Baca Juga :  Ragam Bacaan Tasbih yang Bisa Dibaca Ketika Ruku’

يَا بِنْتَ أَبِى أُمَيَّةَ ، سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ ، وَإِنَّهُ أَتَانِي نَاسٌ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ ، فَهُمَا هَاتَانِ

wahai putri Abi Umayyah, engkau bertanya tentang shalat dua rakaat setelah ashar. Sesungguhnya itu (karena) ada orang-orang dari ‘Abd al-Qays menemuiku lalu membuatku sibuk untuk melaksanakan shalat sunnah setelah zhuhur. Maka shalat dua rakaat ini adalah shalat ba’diyah zhuhur.  

Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here