Bolehkah Mengabungkan Puasa Qadha dan Puasa Syawal?

2
4105

BincangSyariah.Com – Menggabungkan dua ibadah dengan satu niat dalam kalangan ulama dikenal dengan istilah at-Tasyrik. Adapun hukumnya, jika kedua ibadah tersebut salah satunya termasuk wasilah atau keduanya saling berkaitan maka sah. Sebab tujuan dari kedua ibadah tercapai. Seperti jika mandi junub hari jumat diniatkan untuk kesunahan mandi jumat serta diniati untuk menghilangkan hadas besar, jika hadas besar sudah hilang maka tercapai pahala mandi sunah jumat.

Atau jika salah satu ibadah bukan ibadah yang memiliki maksud atau perintah tersendiri maka penggabungan tersebut sah sebab hal tersebut tidak mengubah maksud dari inti ibadah tersebut. Seperti menggabungkan niat salat tahiyatul masjid dengan salat fardhu atau sunah rawatib. Tahiyatul masjid bukan ibadah yang memiliki maksud tersendiri sebab maksud dari salat tahiyatul masjid adalah menyibukkan diri dengan salat untuk memuliakan masjid.

Adapun menggabungkan salat sunah rawatib dengan salat fardu dzuhur maka tidak sah. Sebab keduanya adalah ibadah yang memiliki maksud tersendiri sehingga tidak bisa digabungkan.

Lalu bagaimana jika menggabungkan niat puasa? Dalam hal ini puasa syawal dengan niat puasa qadha ramadhan apakah kedua puasa tersebut sah? Ataukah hanya salah satunya?

Mengabungkan niat puasa syawal dengan puasa qadha Ramadhan tetap mendapatkan pahala. Hanya saja berbeda dengan pahala orang yang puasa syawal tersendiri. Menurut imam Asy-Syarqawi dalam kitab at-Tahrir

ولو صام فيه – أي شوال – قضاء عن رمضان أو غيره نذراً أو نفلاً آخر، حصل له ثواب تطوعها، إذ المدار على وجود الصوم في ستة أيام من شوال … لكن لا يحصل له الثواب الكامل المترتب على المطلوب إلا بنية صومها عن خصوص الست من شوال، ولاسيما من فاته رمضان لأنه لم يصدق أنه صام رمضان وأتبعه ستاً من شوال

Baca Juga :  Bolehkah Puasa Syawal Tanpa Sahur dan Niat pada Malam Hari?

“Jika puasa qadha dilakukan saat bulan syawal atau puasa nazar atau puasa sunah lainnya. Sebab puasa tersebut dilakukan pada puasa enam hari bulan syawal. Pahala Kesunahan puasa Syawal tercapai sebab puasa dilakuakan pada bulan syawal,,.. akan tetapi tidak tercapai pahala yang sempurna yang dijanjikan kecuali dengan niat puasa khusus puasa enam hari syawal saja. Sama halnya dengan orang yang meninggalkan puasa ramadhan sesungguhnya tidak benar dia berpuasa ramadhan lalu melanjutkan puasa enam hari dibulan syawal”

Jadi orang yang menggabugkan puasa syawal dengan enam hari puasa tidak bisa mendapatkan pahala puasa syawal yang sempurna yang dijanjikan oleh Rasul, yaitu seperti puasa satu tahun.

Sama halnya orang yang meninggalkan puasa ramadhan atau yang puasa ramadhannya tidak lengkap dia juga tidak bisa mendapatkan keutamaan puasa satu tahun meski usai ramadhan dia melanjutkan dengan puasa sunah syawal.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

  1. jadi bagaimana wanita haid, nifas dll yg ingin menyempurnakan puasa qodho’ dan syawalnya apakah tdk bisa mendapatkan pahala seperti yg dijanjikan oleh Rosulullah

  2. jadi bagaimana wanita haid, nifas dll yg ingin menyempurnakan puasa qodho’ dan syawalnya apakah tdk bisa mendapatkan pahala seperti yg dijanjikan oleh Rosulullah???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here