Bolehkah Menerima Hewan Kurban dari Non-Muslim

0
319

BincangSyariah.Com – Ketika musim kurban, kita sering menjumpai bahwa tidak hanya kalangan muslim saja yang melakukannya, namun juga ada sebagian dari kalangan non-muslim yang ambil bagian. Mereka memberikan dan memasrahkan hewan kepada pengurus masjid, atau seorang ustadz dan tokoh agama untuk disembelih pada saat lebaran haji. Apakah boleh menerima hewan kurban dari non-muslim?

Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa tujuan kurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, syariat kurban hanya ditujukan kepada orang-orang muslim dan hanya mereka saja yang dinilai sah melakukannya. Sementara non-muslim tidak dianjurkan melakukan kurban dan jika mereka berkurban, maka hal itu dinilai tidak sah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

الشرط الاول الاسلام فلا تجب على الكافر ولا تسن له لانها قربة والكافر ليس من اهل القرب

Syarat pertama adalah Islam. Karena itu, kurban tidak wajib bagi non-muslim dan tidak disunnahkan bagi mereka. Ini karena kurban bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sementara non-muslim bukan bagian darinya.

Meski kurban tidak sah dilakukan oleh non-muslim, namun jika mereka memberikan dan menyerahkan hewan untuk dijadikan kurban, maka orang muslim boleh menerimanya sebagai hadiah atau sedekah. Dan ketika disembelih, hewan tersebut tidak diniati sebagai kurban, namun disembelih sebagai hewan biasa.

Dalam Islam, menerima hadiah dan sedekah dari non-muslim hukumnya boleh. Bahkan dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Nabi Saw selalu menerima pemberian dan hadiah dari orang lain, termasuk dari non-muslim. Di antaranya disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Sayyidina Ali, dia berkata,

أهدى كسرى لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقبل منه وأهدى له قيصر فقبل وأهدت له الملوك فقبل منها

Baca Juga :  Rasulullah Mengancam Pembunuh Non-Muslim

Sesungguhnya Kisra atau Raja Persia memberi hadiah kepada Nabi Saw dan beliau menerimanya. Kaisar Romawi memberi hadiah kepada Nabi Saw dan beliau menerimanya, dan raja-raja lain juga memberi hadiah kepada beliau dan beliau menerima hadiah tersebut dari mereka.

Dengan demikian, kurban dari non-muslim hukumnya tidak sah. Namun pemberian hewan dari mereka boleh diterima oleh orang muslim dan disembelih atas nama sedekah atau hadiah, bukan atas nama kurban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here