Bolehkah Memejamkan Mata Ketika Salat?

0
3514

BincangSyariah.Com – Ulama sepakat bahwa khusyuk dalam salat merupakan syarat utama agar kita mendapatkan pahala dari salat yang kita laksanakan. Oleh karena itu, ketika sedang melaksanakan salat, kita dianjurkan untuk mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud dengan tujuan utama agar kita bisa fokus dan khusyuk.

Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu mengatakan;

اجمع العلماء على استحباب الخشوع والخضوع في الصلاة وغض البصر عما يلهي  وكراهة الالتفات في الصلاة

“Ulama sepakat terkait anjuran khusyuk dan tenang dalam salat, dan menundukkan pandangan dari segala hal yang bisa melalaikan, dan makruh menoleh dalam salat.”

Dalam kitab Shahih Shifati Shalatin Nabi Saw. disebutkan, alasan utama mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud dalam salat sangat dianjurkan adalah karena hal tersebut bisa membantu seseorang untuk khusyuk. Sementara menoleh ke kanan maupun ke kiri hukumnya makruh karena hal tersebut bisa menyebabkan seseorang tidak khusyuk dalam salatnya.

Lantas bagaimana dengan memejamkan mata ketika salat, apakah boleh?

Pada dasarnya memejamkan mata ketika salat hukumnya boleh dan tidak makruh selama aman dan tidak membahayakan. Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi mengatakan;

واما تغميض العينين في الصلاة ..المختار انه لا يكره اذا لم يخف ضررا

“Adapun memejamkan mata dalam salat, menurut pendapat yang dipilih, hal tersebut tidak dimakruhkan selama aman dari bahaya.”

Bahkan memejamkan mata menjadi sunah jika hal tersebut bisa membantu seseorang untuk khusyuk dalam salatnya. Ketika seseorang bisa khusyuk dalam salat pada saat memejamkan mata, maka dalam kondisi tersebut hukumnya sunah memejamkan mata.

Habib Hasan bin Ali Assaqaf mengatakan dalam kitabnya Shahih Shifati Shalatin Nabi Saw. sebagai berikut;

تغميض العينين في الصلاة مستحب لانه يجمع القلب ويساعد على الخشوع والتدبر في القراءة والتأمل في معاني القرأن والاذكار

Baca Juga :  Kondisi-kondisi yang Boleh Membatalkan Salat

“Memejamkan mata dalam salat disunahkan karena hal tersebut bisa menghimpun hati dan membantu untuk khusyuk, menghayati bacaan Alquran, dan memikirkan kandungan makna Alquran dan zikir.”

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here