Bolehkah Membaca Alquran dengan Tujuan agar Tercapai Keinginan Duniawi?

0
2744

BincangSyariah.Com – Membaca Alquran adalah salah satu cara seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. sebab ia merupakan bacaan zikir yang paling utama. Karena itu Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca Alquran. Namun bolehkah meniatkan membaca Alquran dengan tujuan agar tercapai keinginan duniawi?

Dalam beberapa riwayat telah banyak dibicarakan keutamaan membaca surat untuk memperlancar urusan duniwi, seperti membaca Surat Al-Mulk dan lainnya, sebagai bentuk tawasul kepada Allah lewat bacaan firman-firmannya agar tercapai hajat dalam kehidupan. Hal itu diperbolehkan karena termasuk tawasul yang dianjurkan oleh syariat yaitu tawasul dengan perantara amal shalih.

Dalam sebuah hadis dikatakan

عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال فيما رواه عنه عمران بن حصين: اقرؤوا القرآن وسلوا الله به قبل أن يأتي قوم يقرءون القرآن فيسألون به الناس

Dari Rasulullah Saw bersabda, ” Bacalah Al-Quran dan bertawassul-lah pada Allah dengan bacaan tersebut sebelum suatu kaum datang membaca Alquran dan meminta pada manusia.” (HR. Ahmad & Tirmizi)

Maksudnya boleh bertawassul kepada Allah dengan perantaraan baca Alquran, tidak boleh kepada sesama makhluk. Hadis ini menjadi dasar keutamaan ruqyah menggunakan bacaan Alquran. Namun secara umum hadis ini anjuran membaca Alquran untuk beribadah dan memohon kepada Allah atas segala hajatnya.

Imam Mubarakfury dalam kitab Tuhfatul Ahudzi menjelaskan

فليسأل الله به ـ أي فليطلب من الله تعالى بالقرآن ما شاء من أمور الدنيا والآخرة أو المراد أنه إذا مر بآية رحمة فليسألها من الله تعالى، وإما أن يدعو الله عقيب القراءة بالأدعية المأثورة. اهـ.

“Maka memintalah kepada Allah dengan Alquran dari perkara-perkara dunia dan akhirat, atau maksudnya jika membaca ayat-ayat mengandung rahmat maka pintalah rahmat tersebut kepada Allah taala atau bisa pula memohon kepada Allah usai bacaan Alquran dengan memanjatkan beberapa doa”

Baca Juga :  Apakah Setiap Amalan Harus Didasarkan Dengan Dalil Khusus (Spesifik)?

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here