Bolehkah Melakukan Thawaf Berkali-kali?

0
505

BincangSyariah.Com – Di antara rangkain ibadah haji dan umrah adalah melakukan thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Ibadah haji dan umrah dinilai tidak sah tanpa melakukan thawaf ini. Ketika melakukan haji dan umrah, bolehkah melakukan thawaf berkali-kali? (Baca: Saat Berada di Masjidil Haram, Lebih Utama Lakukan Thawaf Dulu atau Shalat?)

Melakukan thawaf berkali-kali atau memperbanyak melakukan thawaf ketika melaksanakan ibadah haji dan umrah di Baitullah hukumnya adalah disunnahkan. Setiap seseorang masuk Masjidil Haram, atau ada kesempatan untuk melakukan thawaf, maka dia dianjurkan untuk melakukan thawaf sebanyak yang dia mampu. (Baca: Hukum dan Tata Cara Shalat Sunnah Thawaf)

Para ulama telah sepakat mengenai kesunnahan memperbanyak melakukan thawaf ketika berada di tanah Masjidil Haram. Memperbanyak melakukan thawaf lebih utama dibanding memperbanyak membaca Al-Quran, dzikir, dan ibadah lainnya. Hal ini karena thawaf hanya bisa dilakukan ketika berada di tanah Masjidil Haram, sementara ibadah lainnya, seperti membaca Al-Quran, bisa dilakukan di mana saja.

Dalam kitab Al-Asybah wa Al-Nazhair, Imam Al-Suyuthi mengatakan sebagai berikut;

ستحب تكرار الطواف كلما دخل المسجد الحرام، بل وكلما سنحت له الفرصة، وهو أفضل من مجرد قراءة القرآن في الحرم، فإن الطواف عبادة لا يمكن أداؤها إلى في الحرم المكي، فعليه استغلال أوقاته أثناء زيارته ومكثه في الحرم

Dianjurkan mengulang-ngulang thawaf setiap seseorang memasuki Masjidil Haram. Bahkan setiap kali dia memiliki kesempatan. Melakukan thawaf lebih utama dibanding hanya membaca Al-Quran di tanah haram. Hal ini karena thawaf tidak bisa dilakukan kecuali di tanah haram Mekkah. Karena itu, dia hendaknya menggunakan waktunya (untuk thawaf) selama dia berada di tanah haram Mekkah.

Baca Juga :  Dua Surah Ini Dianjurkan Dibaca Ketika Shalat Tahiyatul Masjid

Dalam kitab Hidayatus Salik ila Al-Madzahib Al-Arba’ah fi Al-Manasik, Syaikh Abdul Aziz Al-Kanani menyebutkan mengatakan sebagai berikut;

ولم يذهب أحدٌ إلى كراهة تكرار الطواف، بل أجمعوا على استحبابه وقد روي تكراره والاكثار منه عن كثير من الصحابة

Tidak seorang pun ulama yang berpendapat mengenai kemakruhan mengulang-ngulang thawaf. Bahkan mereka telah mengenai kesunnahan mengulang-ngulang thawaf. Juga telah diriwayatkan bahwa banyak sahabat yang mengulang-ngulang dan memperbanyak melakukan thawaf.

Melalui penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa melakukan thawaf berkali-kali hukumnya adalah sunnah. Memperbanyak thawaf lebih utama dibanding memperbanyak ibadah yang lain selama berada di tanah haram Mekkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here