Bolehkah Melaksanakan Shalat Witir Antara Adzan dan Iqamah Shalat Subuh?

0
1200

BincangSyariah.Com – Terdapat sebagian orang yang melaksanakan shalat witir antara adzan dan iqamah shalat subuh disebabkan dia ketiduran di waktu malam sehingga tidak sempat melakukan shalat witir sebelum Shubuh. Apakah hal itu boleh dan sah?

Dalam masalah ini, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Menurut kebanyakan ulama, waktu shalat witir berakhir ketika terbit fajar shodiq atau ketika waktu Shubuh sudah tiba. Oleh karena itu, jika melakukan shalat witir antara adzan dan iqamah shalat Shubuh, maka hukumnya tidak boleh dan tidak sah.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

وَأَمَّا آخِرُ وَقْتِ الْوِتْرِ فَالصَّحِيحُ الَّذِي قَطَعَ بِهِ الْمُصَنِّفُ وَالْجُمْهُورُ أَنَّهُ يَمْتَدُّ إلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ وَيَخْرُجُ وَقْتُهُ بِطُلُوعِ الْفَجْرِ

Adapun akhir waktu shalat witir, maka menurut pendapat yang shahih dan diikuti oleh mushannif dan kebanyakan ulama, bahwa waktunya sampai terbit fajar dan waktunya keluar dengan terbitnya fajar.

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut;

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَهْوَ يَخْطُبُ فَقَالَ كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ فَقَالَ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ ، تُوتِرُ لَكَ مَا قَدْ صَلَّيْتَ

Dari Ibnu ‘Umar ra bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi Saw, sementara beliau ketika itu sedang berkhutbah. Orang tersebut bertanya pada Rasulullah Saw, bagaimana tata cara melaksanakan shalat malam. Kemudian Nabi Saw menjawab; Shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika kamu khawatir waktu Shubuh segera tiba, maka laksanakanlah shalat witir satu rakaat. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.

Baca Juga :  Berapa Pahala Mendengarkan Bacaan Al-Quran?

Sementara menurut Imam Syafii, Imam Malik, dan Imam Ahmad, selama belum melakukan shalat Shubuh, maka boleh melakukan shalat witir meskipun sudah terbit fajar. Karena itu, melakukan shalat antara adzan dan iqamah shalat Shubuh hukumnya boleh dan sah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid berikut;

واختلفوا في جواز صلاته بعد الفجر فقوم منعوا ذلك وقوم أجازوه ما لم يصل الصبح وبالقول الأول قال أبو يوسف ومحمد بن الحسن صاحبا أبي حنيفة وسفيان الثوري وبالثاني قال الشافعي ومالك وأحمد.

Para ulama berbeda pendapat terkait pelaksanaan shalat witir setelah fajar. Sebagian ulama melarang dan sebagian ulama memperbolehkan, asalkan belum melaksanakan shalat Shubuh. Adapun pendapat pertama dianut oleh Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan, keduanya merupakan murid Abu Hanifah, serta Sufyan Al-Tsauri. Sedangkan pendapat kedua dianut oleh Imam Syafii, Imam Malik, dan Imam Ahmad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here