Imam Tidak Melakukan Qunut, Apakah Boleh Makmum Mufaraqah?

0
2629

BincangSyariah.Com – Saat kita salat Subuh berjemaah di masjid, kadang kita jumpai imamnya sengaja meninggalkan doa qunut. Biasanya, imam seperti itu beranggapan bahwa doa qunut dalam salat Subuh tidak disunahkan sehingga wajar jika dia meninggalkan. Namun demikian, ada sebagian makmum yang meyakini bahwa doa qunut adalah sangat sunah dilakukan. Sehingga jika ditinggalkan, disunahkan sujud sahwi. Saat imam meninggalkan qunut, apakah boleh mufaraqah bagi makmum yang meyakini doa qunut adalah sunah?

Bagi makmum yang meyakini doa qunut adalah sunah dilakukan tapi di sisi lain imam tidak melakukannya, maka dia sunah mufaraqah dari imam agar bisa melakukan doa qunut. Doa qunut disebut dengan sunah maqshudah atau sangat disunahkan untuk dilakukan sebagaimana tasyahud awal. Karena itu, jika imam sengaja meninggalkan qunut, maka makmum sunah untuk mufaraqah.

Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, Habib Abdurrahman menjelaskan hukum-hukum mufaraqah, di antaranya adalah sunah jika imam meninggalkan perkara sunah maqshudah seperti meninggalkan tasyahud awal, meninggalkan doa qunut dalam salat Subuh, tidak membaca surah Alquran pada rakaat pertama dan kedua dalam salat Maghrib, Isya’ dan Subuh. Beliau berkata;

الْحَاصِلُ أَنَّ قَطْعَ الْقُدْوَةِ تَعْتَرِيْهِ اْلأَحْكَامُ الْخَمْسَةُ وَاجِباً كَأَنْ رَأَى إِمَامَهُ مُتَلَبِّسًا بِمُبْطِلٍ وَسُنَّةٍ لِتَرْكِ اْلإِمَامِ سُنَّةً مَقْصُوْدَةً

“Kesimpulannya bahwa memutus ikatan dengan imam memliki lima hukum. Wajib, jika melihat imam melakukan perkara yang membatalkan salat. Sunah, karena imam meninggalkan perkara yang sangat disunahkan.”

Bahkan dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi menyebutkan dengan jelas bahwa doa qunut masuk dalam perkara sunah maqshudah. Karena itu, jika imam meninggalkan dengan sengaja, maka makmum sunah mufaraqah. Beliau berkata;

وَأَلْحَقُوا بِهِ مَا إذَا تَرَكَ الإِمَامُ سُنَّةً مَقْصُودَةً كَالتَّشَهُّدِ الأَوَّلِ وَالْقُنُوتِ

Baca Juga :  Hukum Melafalkan Niat Salat

“Para ulama menambahkan bagian dari uzur yang membolehkan mufaraqah, yaitu jika imam meninggalkan sunah maqshudah, seperti tasyahhud awal dan qunut.”

Dengan demikian, jika imam sengaja meninggalkan doa qunut dalam salat Subuh, maka dia sunah mufaraqah dari imam. Itu dilakukan jika makmum meyakini bahwa doa qunut sangat sunah untuk dilakukan. Namun jika makmum tidak meyakini doa qunut sebagai bagian dari perkara yang sunah dilakukan, maka dia tidak boleh mufaraqah dari imam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here