Bolehkah Kurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga?

0
2386

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih Syafiiyah disebutkan bahwa satu kambing atau domba hanya bisa digunakan untuk kurban satu orang, sedangkan unta dan sapi bisa dan cukup digunakan untuk kurban tujuh orang.

Namun bagaimana jika satu kambing digunakan untuk kurban lebih dari satu orang atau satu kelurga? Apakah boleh?

Dalam masalah ini terjadi perbedaan para ulama. Ulama Syafiiyah mengatakan bahwa satu kambing hanya bisa digunakan untuk kurban satu orang dan tidak boleh lebih. Meski demikian, mereka membolehkan menyertakan orang lain atau keluarganya dalam pahala kurban satu kambing tersebut.

Hal ini sebagaimana dalam ibadah membaca Alquran atau surah Yasin. Seseorang boleh menyertakan orang lain atau kelurganya dalam pahala bacaan Alquran atau surah Yasin tersebut. Ibnu Hajar Alhaitami mengatakan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj;

وَخَبَرُ اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّةِ مُحَمَّدٍ مَحْمُولٌ عَلَى التَّشْرِيكِ فِي الثَّوَابِ وَهُوَ جَائِزٌ وَمِنْ ثَمَّ قَالُوا لَهُ أَنْ يُشْرِكَ غَيْرَهُ فِي ثَوَابِ أُضْحِيَّتِهِ وَظَاهِرُهُ حُصُولُ الثَّوَابِ لِمَنْ أَشْرَكَهُ وَهُوَ ظَاهِرٌ إنْ كَانَ مَيِّتًا قِيَاسًا عَلَى التَّصَدُّقِ عَنْهُ

“Dan hadis ‘Tuhanku, inilah kurban untuk Muhammad dan umat Muhammad Saw,’ mesti dipahami sebagai persekutuan dalam pahala. Ini boleh saja. Dari sini para ulama berpendapat bahwa seseorang boleh menyertakan orang lain dalam pahala kurbannya. Secara lahir, pahala itu didapat oleh orang yang disertakan dalam pahala kurban tersebut. Ini jelas, meskipun orang yang disertakan itu sudah wafat. Hal ini didasarkan pada qiyas sedekah atas mayit.”

Dari keterangan Ibnu Hajar ini, satu kambing tidak boleh digunakan untuk kurban satu kelurga karena kambing hanya cukup satu orang. Jika ada orang berkurban satu kambing, maka kambing tersebut hanya cukup untuk dirinya. Dia hanya boleh menyertakan kelurganya dalam pahala kurbannya dan hal tersebut tidak menggugurkan anjuran berkurban dari kelurganya.

Baca Juga :  Shalawat Nariyah Di Dalamnya Terdapat Doa

Adapun ulama Malikiyah membolehkan menyertakan orang lain dalam pahala kurban satu kambing dengan syarat masih ada ikatan kerabat, dinafkahi oleh orang yang berkurban dan tinggal satu rumah.

Menurut ulama Hanabilah, boleh satu kambing, sapi, atau unta digunakan kurban untuk satu kelurga. Hal ini untuk mengamalkan pesan dari hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Atho’ bin Yasar berikut;

سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ

“Aku pernah bertanya pada Ayyub Alanshori, bagaimana kurban di masa Rasulullah Saw?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berkurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan kurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here