Bolehkah Berzikir dalam Keadaan Junub?

0
709

BincangSyariah.Com – Mengingat Allah dengan cara berzikir, bertasbih, bertahlil, bertahmid itu sangat dianjurkan setiap saat sebagaimana Rasulullah saw. melakukannya.

وثبت عن عائشة رضي الله عنها، قالت: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ. أَخرجه مسلم في صحيحه.

Diriwayatkan dari Aisyah ra. yang menceritakan bahwa Nabi saw. selalu berzikir pada Allah Swt. pada setiap saat (HR Muslim).

Imam Nawawi dalam kitab al-Azkar membolehkan orang yang junub untuk berzikir sebagaimana pernyataannya berikut:

أجمع العلماءُ على جواز الذكر بالقلب واللسان للمُحْدِث والجُنب والحائض والنفساء، وذلك في التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير والصلاة على رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم والدعاء وغير ذلك

Ulama sepakat atas kebolehan berzikir di dalam hati atau diucapkan lisan bagi orang yang berhadas, junub, haid, dan nifas, seperti membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan membaca selawat untuk Nabi saw.

Baca Juga :  Banyak Tidur Saat Berpuasa, Apakah Puasanya Batal?


BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here