Bolehkah Berwudhu Kembali Sebelum Batal?

1
392

BincangSyariah.Com – Betapa indahnya agama Islam. Betapa tidak, awal mula yang diajarkan dalam ibadah adalah tentang thaharah (bersuci), mulai dari kesucian badan, pakaian, dan juga tempat untuk ibadah. Kesemuanya tersebut dalam rangka mempersiapkan diri saat menghadap sang pencipta, yaitu dengan keadaan yang benar-benar suci.

Salah satunya adalah berwudlu, sebuah ritual orang muslim untuk menyucikan diri dari hadas kecil. Salah satu perkara yang disyariatkan untuk setiap hendak melaksanakan salat. Syariat pertama kali untuk berwudlu sama dengan waktu diperintahkannya salat, yaitu pada tahun ke-10 kenabian Muhammad. Keterang tersebut tertulis dalam kitab Fathul Bari, yang jika disejajarkan maka sangat erat hubungannya dengan QS Al Maidah ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka cucilah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai ke siku, usaplah kepalamu dan cucilah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki”

Dan yang menjadi pertanyaan sebagian uamt muslim adalah hukum berwudhu ketika wudhu sebelumnya belum batal. Apakah diperbolehkan atau sangat tidak dianjurkan? Imam Nawawi mengatakan dalam Nashaihul Ibad bahwa berwudhu saat kondisi tersebut diperbolehkan dan memiliki keutamaan yang berlipat ganda. Sebagaimana hadis Nabi:

من توضأ على طهر كتب له عشر حسنات

Barangsiapa berwudhu dalam keadaan masih suci, maka dicatat baginya sepuluh kebaikan (HR Abu Daud)

Keutamaan yang didapatkan oleh seseorang yang berwudhu dalam keadaan suci sungguh luar biasa. Dari kondisi yang seperti itu, seseorang akan lebih mudah dan tak terputus untuk melakukan ibadah selanjutnya. Aura orang yang mendawamkan wudhu selalu memancakan aura yang positif. Terwujud dengan pikiran dab hatinya yang bersih. Bahkan disebutkan bahwa orang yang selalu menjaga wudhunya akan dimudahkan jalannya menuju surga.

Baca Juga :  Ragam Hukum Menikah dalam Islam

Dengan demikian keterangan di atas membawakan kesimpulan bahwa diperbolehkan untuk umat muslim yang menghendaki berwudhu saat keadaan masih suci. Berwudhu saat hadas kecil memang disunnahkan, atau bisa menjadi wajib ketika hendak melaksanakan salat atau ibadah lainnya yang mewajibkan kondisi suci dari hadas kecil. Namun di kala berwudhu saat keadaan masih suci, maka sepuluh kebaikan baginya.

1 KOMENTAR

  1. Subhanallah. Nilmat ya. Kalau slalu dekat dgn allah. Afwan sy pernah membaca kitab yg diharuskanya yg berbudi itu harus tau mana yg di wajib kan dan mana ketika berwudu sunnah menghadirkan hukum sumpahnya. Sementara yg populer hanya wudunya saja dikhalayak muslim…. Tidak ter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here