Bolehkah Berkurban Hewan yang Ekornya Putus?

0
758

BincangSyariah.Com – Hewan yang dijadikan kurban sebaiknya hewan yang bagus, gemuk, seluruh anggota tubuhnya lengkap dan sempurna, termasuk ekornya. Disebutkan bahwa hewan kurban hendaknya bersih dan bebas dari aib dan cacat yang mempengaruhi keabsahan dijadikan kurban dan aib dan cacat yang mengurangi kesempurnaanya.

Apakah ekor yang putus termasuk aib dan cacat yang mempengaruhi keabsahan hewan dijadikan kurban atau hanya bisa mengurangi kesempurnaannya?

Di dalam fiqih, hewan yang tidak memiliki ekor disebut dengan Albatra’, baik tidak memiliki ekor sejak lahir atau karena putus. Ulama Syafiiyah, Hanafiyah dan Malikiyah mengatakan bahwa hewan yang tidak memiliki ekor sejak lahir atau karena putus, maka tidak sah dijadikan kurban.

Mereka berpendapat bahwa ketiadaan atau putusnya ekor dihitung sebagai aib dan cacat yang mempengaruhi keabsahan hewan dijadikan kurban. Dr. Hisamuddin menyebutkan dalam kitabnya Almufashshal fi Ahkamil Udhiyah sebagai berikut;

وعند الشافعية لا تجزئ والراجح ان مقطوعة الذنب لا تجزئ لانه يعد عيبا فيها

“Menurut ulama Syafiiyah, hewan yang ekornya putus tidak cukup dijadikan kurban. Pendapat yang kuat mengatakan bahwa hewan yang ekornya putus tidak cukup dijadikan hewan kurban karena hal tersbut dinilai sebagai aib.”

Adapun ulama Hanabilah berpendapat sebaliknya. Mereka mengatakan bahwa hewan yang tidak memiliki ekor sejak lahir atau karena putus, maka tetap sah dijadikan hewan kurban. Bagi mereka, ketiadaan atau putusnya ekor hanya aib dan cacat yang mengurangi kesempurnaan hewan kurban, bukan mempengaruhi keabsahannya.

Ibnu Qudamah dalam kitabnya Almugni juga sependapat dengan ulama Hanabilah. Beliau mengatakan bahwa hewan yang tidak memiliki ekor, baik sejak lahir atau karena putus, tetap boleh dan sah dijadikan hewan kurban. Menurutnya, ketiadaan ekor tidak mengurangi pertumbuhan dan kualitas daging hewan, sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi keabsahan hewan tersebut untuk dijadikah kurban.

Baca Juga :  Dalam Situasi Ini Dianjurkan Berhenti Zikir Sejenak

Dengan demikian, jika hendak berkurban sebaiknya diusahakan untuk mencari hewan yang seluruh anggota tubuhnya lengkap dan sempurna, mulai dari hidung hingga ekor. Hal ini dimaksudkan agar ibadah kurban yang dilakukan sempurna dan terhindar dari perbedaan ulama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here