Bolehkah Berkurban dengan Uang?

2
1930

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu disebutkan bahwa yang dimaksud ibadah kurban adalah menyembelih hewan ternak pada hari Idul Adha dengan niat beribadah kepada Allah. Juga disebutkan bahwa ibadah kurban harus dengan hewan ternak berupa unta, sapi, dan kambing. Selain dari tiga jenis hewan tersebut, maka tidak boleh dijadikan kurban.

Namun bolehkah berkurban dengan uang seharga hewan ternak sebagai ganti dari hewan tersebut?

Ulama sepakat bahwa berkurban selain dengan hewan ternak hukumnya tidak boleh dan dihukumi tidak sah, termasuk berkurban dengan uang. Selain itu, ulama Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah dan Hanabilah mengatakan bahwa kurban adalah bentuk ibadah yang harus dilakukan dengan cara menyembelih hewan ternak dan tidak bisa digantikan dengan benda lain termasuk dalam bentuk uang.

Dalam kitab Almabsuth disebutkan, penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha tidak bisa dinilai dengan harga atau uang dan juga kemuliaan yang terdapat di dalamnya tidak bisa diukur dengan akal.

وَإرَاقَةُ الدَّمِ لَيْسَ بِمُتَقَوِّمٍ وَلَا مَعْقُوْلٍ الْمَعْنَى

“Mengalirkan darah (menyembelih hewan) tidak dapat diukur dengan harga, dan tidak dapat dirasionalkan makna kemuliaannya”.

Begitu pula dikatakan oleh Zain bin Ibrahim dalam kitab Bahrur Raiq, tidak boleh berkurban dengan uang seharga hewan ternak karena hal tersebut tidak bisa menggantikan ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak. Hakikat ibadah kurban adalah menyembelih hewan ternak, dan hal itu tidak bisa digantikan dengan nilai uang.

لَا يَجُوْزُ دَفْعُ الْقِيْمَةِ فِيْ الضَّحَايَا وَالْهَدَايَا وَالْعِتْقِ لِأنَّ مَعْنَى الْقُرْبَةِ إرَاقَةِ الدَّمِ وَذَلِكَ لَا يَتَقَوَّمُ

“Tidak boleh memberikan dalam bentuk harga atas kurban, hadyu dan memerdekakan budak karena esensi kurban adalah aliran darah (menyembelih hewan) dan hal itu tidak bisa diukur dengan harga.”

Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitabnya Alfiqhul Islmi mengatakan, ibadah kurban bukan hanya bertujuan untuk memberikan kesejehteraan kepada orang lain atau orang fakir, akan tetapi yang paling penting dalam ibadah kurban adalah menyembelih hewan sehingga tidak cukup diganti dengan uang.

Berbeda dengan zakat fitrah yang boleh diberikan dalam bentuk uang, karena tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk memberikan kesejehteraan kepada orang fakir miskin dan hal itu bisa digantikan dengan uang.

فلا يجزئ فيها دفع القيمة بخلاف صدقة الفطر التي يقصد منها سد حاجة الفقير

“Maka tidak cukup memberikan harga (uang) dalam ibadah kurban. Berbeda dengan zakat fitrah yang memang tujuan utamanya adalah menutupi kebutuhan orang fakir.”

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here