Bolehkah Berjamaah pada Imam yang Salat Duduk?

0
6174

BincangSyariah.Com – Di antara rukun salat adalah berdiri bagi yang mampu dalam salat wajib. Salat wajib lima waktu tidak sah jika tidak dilaksanakan dalam keadaan berdiri bagi yang mampu. Adapun jika tidak mampu berdiri karena sakit, maka diperbolehkan salat dalam keadaan duduk.

Disebutkan dalam kitab Almajmu, bagi yang tidak mampu melaksanakan salat dalam keadaan berdiri sebaiknya tidak menjadi imam salat berjamaah. Akan tetapi meminta orang lain yang mampu melaksanakan salat dalam keadaan berdiri untuk menjadi imam salat. Hal ini karena imam yang melaksanakan salat dalam keadaan berdiri akan lebih bisa menampilkan gerakan salat dengan lebih sempurna dibanding imam yang salat duduk.

Jika ada orang yang salat dalam keadaan duduk kemudian menjadi imam, apakah boleh bermakmum salat berjamaah padanya?

Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu mengatakan bahwa salat berjamaah pada imam yang salat duduk karena sakit atau lainnya hukumnya boleh dan salatnya makmum dinilai sah dan sempurna.

Namun demikian, makmum yang mampu salat berdiri tidak boleh duduk mengikuti imam. Makmum wajib salat berdiri dan jika salat duduk karena mengikuti imam, maka salatnya tidak sah.

قد ذكرنا ان مذهبنا جواز صلاة القائم خلف القاعد العاجز وانه لا تجوز صلاتهم وراءه قاعدا

“Telah kami sebutkan bahwa mazhab kami (ulama Syafiiyah) membolehkan bagi makmum yang salat dalam keadaan berdiri untuk berjamaah di belakang imam yang salat dalam keadaan duduk karena tidak mampu. Dan makmum tidak boleh salat duduk di belakang imamnya yang salat duduk.”

Kebolehan salat berjamaah pada imam yang salat duduk ini berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Sayidah Aisyah;

أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – خرج في مرضه الذي توفي فيه، فأتى المسجد فوجد أبا بكر وهو قائم يصلي بالناس، فاستأخر أبو بكر فأشار إليه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أن كما أنت، فجلس رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إلى جنب أبي بكر، فكان أبو بكر يصلي بصلاة رسول الله – صلى الله عليه وسلم – وكان الناس يصلون بصلاة أبي بكر

“Rasulullah saw. keluar saat sakit di mana karena sakitnya ini beliau wafat, maka beliau mendatangi masjid dan mendapati Abu Bakar sedang salat berdiri mengimami para sahabat. Kemudian, Abu Bakar pun mundur, maka Rasulullah saw. memberi isyarat kepadanya agar tetap di tempat, kemudian Rasulullah saw. duduk di samping Abu Bakar, maka Abu Bakar salat dengan salatnya Rasulullah saw. dan sahabat yang lain salat dengan salatnya Abu Bakar.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here