Bolehkah Berdoa Selain dengan Bahasa Arab

2
2490

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, berdoa sangat disunahkan menggunakan Bahasa Arab karena doa-doa yang terdapat dalam Alquran dan Hadis adalah dalam Bahasa Arab. Sehingga umat Islam sangat diutamakan berdoa dengan doa-doa tersebut.

Namun demikian, bagi yang tidak bisa berbahasa Arab diperbolehkan berdoa dengan bahasa lain yang dia kuasai dan mengerti. Bahkan dengan isyarat pun diperbolehkan jika memang orang tersebut tidak bisa bicara.

Sebab, bagaimanapun juga Allah tidak akan membebani hamba-Nya melebihi batas kemampuannya. Allah Swt berfirman,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Dalam ayat lain disebutkan,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (QS. At-Taghabun: 16)

Terkait masalah ini, menurut Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa menjelaskan bahwa berdoa bisa dengan Bahasa Arab dan boleh dengan selain Bahasa Arab. Allah Swt Maha Mengetahui apa yang dimaksud oleh orang yang berdoa dan apa tujuannya, sekalipun orang tersebut tidak lancar berbicara. Sebab, Dia Maha Mengetahui hiruk pikuknya berbagai suara dengan segala corak perbedaan bahasa berikut bermacam-macam kebu tuhannya.”

Sementara dalam fatwa yang dikeluarkan oleh Lajnah Daimah lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta‘ (Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa) Saudi Arabia, disebutkan, “Boleh bagi seseorang berdo’a kepada Allah Swt dengan bahasa yang dia mengerti, baik itu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Urdu, ataupun bahasa bahasa lainnya.”

Wallahu’alam.

2 KOMENTAR

  1. Jadi doa pakai bahasa arab jadi hukum perkataan sunnah itu darimana ya kalo pake bahasa arab. Kan tidak ada dasarnya(?) Kalau solat dan shalawat memang sudah ada syariatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here