Bolehkah Beda Niat Salat antara Imam dan Makmum?

0
1957

BincangSyariah.Com – Dalam salat berjamaah tidak disyaratkan niat imam dan makmum harus sama. Salat berjamaah tetap dinilai sah meskipun niat salat antara imam dan makmum berbeda satu sama lain. Misalnya, imam niat salat sunah sementara makmum niat melakukan salat fardu. Atau, imam niat Zuhur sementara makmum niat salat Subuh.

Imam Syafii mengatakan dalam kitabnya AlUmm, perbedaan niat antara imam dan makmum diperbolehkan dalam salat berjamaah. Karena itu, jika ada seseorang melaksanakan salat sunah, kemudian ada orang lain yang ingin salat fardu menepuk pundaknya sebagai tanda dia ingin bermakmum, maka hukumnya boleh serta keduanya mendapatkan keutamaan salat berjamaah meskipun niat antara keduanya berbeda.

ونية كل مصل نية نفسه لا يفسدها عليه أن يخالفها نية غيره وإن أمه

“Niat setiap orang yang melaksanakan salat adalah niat bagi dirinya sendiri. Niat orang lain yang berbeda tidak menjadikan niatnya rusak, meskipun orang lain yang berbeda niat tersebut menjdikan dia sebagai imam.”

Imam Nawawi dalam kitab AlMajmu mengatakan bahwa orang yang salat fardu boleh bermakmum pada imam yang sedang melakukan fardu atau sunah. Begitu juga orang yang salat sunah boleh bermakmum pada imam yang sedang salat fardu atau sunah. Dalam salat berjamaah diperbolehkan berbeda niat antara imam dan makmum.

في مذاهب العلماء في اختلاف نية الامام والمأموم: قد ذكرنا أن مذهبنا جواز صلاة المتنفل والمفترض خلف متنفل ومفترض

“Menurut pendapat para ulama dalam hal perbedaan antara niat imam dan makmum, sebagaimana yang telah kami sebutkan bahwa menurut mazhab kami, mazhab Syafii, boleh orang salat sunah atau fardu bermakmum pada imam yang salat sunah atau wajib.

Baca Juga :  Niat Shalat Witir

Syaikh Ibrahim Albajuri memberikan contoh dengan jelas terkait kebolehan berbeda niat antara imam dan makmum ini dalam kitabnya Hasyiatul Bajuri. Beliau berkata;

ولا يضر اختلاف نية الامام والمآموم لعدم فخش المخالفة فيهما.فيصح اقتداء المفترض بالمتنفل والمؤدى بالقاضى وفي طاويلة بقصيرة كظهربصبح وبالعكوس

“Tidak masalah adanya perbedaan niat antara imam dan makmum dalam salat berjamaah karena tidak adanya perbuatan yang berbeda secara mencolok di dalamnya. Karena itu, dinilai sah orang yang salat fardu bermakmum pada imam yang salat sunah, orang yang salat ada’ (tepat waktu) bermakmum pada imam yang salat qada, dan orang yang salat panjang bermakmum pada imam yang salat pendek, seperti orang yang salat Zuhur bermakmum pada imam yang salat Subuh atau sebaliknya.”

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here