Meski Sedang Hadas, Diperbolehkan Memegang  Al-Quran dalam Lima Kondisi Ini

1
1889

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan bagi seseorang yang sedang dalam kondisi hadas baik hadas kecil maupun hadas besar. Di antara larangan tersebut adalah menyentuh dan membawa Al-Quran. Larangan ini disebabkan karena Al-Quran adalah mulia dan suci dan tidak boleh disentuh kecuali dalam keadaan suci dari hadas. Namun demikian, ada enam kondisi dimana boleh menyentuh dan memegang Al-Quran meski dalam keadaan hadas. (Hukum Memegang Al-Quran Android Tanpa Wudhu)

Pertama, menyentuh dan membawa Al-Quran untuk menjaganya dari tempat yang kotor atau tidak layak. Misalnya, mengambil Al-Quran yang terjatuh di tanah atau lantai.

Kedua, tertulis di mata uang, seperti dirham atau dinar.

Ketiga, sebagian ayat Al-Quran dicantumkan sebagai dalil, baik ayat tersebut sedikit atau banyak. Ini biasanya tertulis dalam kitab-kitab dan buku-buku yang dijadikan dalil sebagai dasar penguat argumen.

Keempat, ayat Al-Quran tertulis di kain, seperti tertulis di kain penutup Ka’bah atau kain penutup keranda.

Kelima, menyentuh dan membawa Al-Quran untuk belajar. Jika niat belajar, maka menyentuh dan membawa Al-Quran hukumnya boleh meski sedang hadas, terutama bagi anak-anak kecil.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Fiqh ala Al-Madzahib Al-Arba’ah berikut;

الشافعية قالوا : يجوز مس المصحف وحمله كلا أو بعضا بشروط : أحدها أن يحمله حرزا ثانيها أن يكون مكتوبا على درهم أو جنيه ثالثها أن يكون بعض القرآن مكتوبا في كتب العلم للاستشهاد به ولا فرق في ذلك بين أن تكون الآيات المكتوبة قليلة  أو كثيرة ..رابعها أن تكون الآيات القرآنية مكتوبة على الثياب كالثياب التي تطرز بها كسوة الكعبة ونحوها خامسها أن يمسه ليتعلم ..فإن تخلف شرط من هذه الشروط فإنه يرحم مس القرآن ولو آية واحدة

Baca Juga :  Melihat Najis di Pakaian Setelah Shalat, Apakah Harus Diulangi?

Ulama Syafiiyah berkata; Boleh menyentuh dan membawa Al-Quran sebagian atau seluruhnya dengan beberapa syarat. Pertama, untuk menjaganya. Kedua, tertulis dalam mata uang dirham atau dinar. Ketiga, tertulis dalam kita-kitab untuk dijadikan dalil, baik ayat yang tertulis sedikit maupun banyak.. Keempat, ayat Al-Quran tertulis di kain, seperti yang tertulis pada kain penutup Ka’bah dan lainnya. Kelima, menyentuh dengan tujuan belajar..Jika salah satu dari syarat-syarat ini tidak ada, maka haram menyentuh Al-Quran meskipun satu ayat.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here