Haruskah Berwudhu Setelah Memikul Jenazah Ke Kuburan?

0
1286

BincangSyariah.Com – Memikul jenazah ke kuburan dan kemudian menguburkannya termasuk ibadah yang disyariatkan dalam Islam. Oleh karena itu, ketika terdapat saudara kita yang meninggal, maka kita dianjurkan untuk mengantarkan jenazahnya dan menungguinya hingga selesai pemakaman. Bagaimana hukum berwudhu setelah memikul jenazah ke kuburan? (Baca: Hukum Wanita Memikul Jenazah Ke Kuburan)

Terdapat sebuah hadis yang menyebutkan keutamaan mengantarkan jenazah dan menungguinya hingga selesai pemakaman. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

Barangsiapa menyaksikan jenazah hingga ia melakukan salat atasnya, maka baginya pahala sebesar satu qirat. Dan barangsiapa menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya pahala sebesar dua qirath. Lantas ada yang bertanya, ‘Apa yang dimaksud dua qirath?.’ Nabi Saw menjawab, ‘Dua qirath itu semisal dua gunung yang besar.

Adapun jika kita mengantarkan jenazah dan kita ikut serta memikulnya, maka kita dianjurkan untuk berwudhu. Menurut para ulama, berwudhu setelah membawa dan memikul jenazah hukumnya adalah sunnah. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

من غسل ميتًا فليغتسل ومن حمله فليتوضأ

Barangsiapa memandikan jenazah, maka hendaknya ia mandi. Dan barangsiapa membawanya, maka hendaknya ia berwudhu.

Hadis ini dijadikan dasar oleh para ulama mengenai anjuran berwudhu setelah membawa dan memikul jenazah. Menurut Imam Al-Thahawi, di antara hikmah dianjurkan berwudhu setelah memikul jenazah ini adalah agar kekuatan tubuh kembali normal. Hal ini karena biasanya ketika kita bersentuhan dengan tubuh jenazah, maka tubuh kita akan melemah, dan salah satu cara menghilangkan kelemahan tubuh ini adalah dengan cara berwudhu.

Baca Juga :  Hukum Menunda Qadha Shalat

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Thahawi dalam kitab Hasyiatut Thahawi ala Maraqi Al-Falah berikut;

هـ وأما الوضوء من حمل الجنازة فهو  كذلك مستحب ولا يجب، قال الطحاوي رحمه الله تعالى: قيل الحكمة في ذلك أن  مباشر الميت يحصل له فتور، والوضوء والغسل ينشطه

Adapun wudhu setelah membawa jenazah juga sunnah, bukan wajib. Imam Al-Thahawi berkata; Dikatakan bahwa hikmah dianjurkan wudhu adalah karena bersentuhan dengan mayit menyebabkan tubuh lemah, dan wudhu dan mandi dapat menyegarkan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here