Bersin Ketika Mendengarkan Khutbah Jumat, Apakah Dianjurkan Membaca Hamdalah?

0
732

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa pada saat khatib menyampaikan khutbah Jumat, kita harus mendengarkan dengan seksama dan penuh khusyuk. Kita dilarang berbicara, ngobrol dan berzikir ketika mendengar khutbah Jumat. Namun bagaimana jika kita bersin saat mendengarkan khutbah Jumat, apakah kita dianjurkan untuk membaca hamdalah seperti di luar khutbah Jumat?

Ketika bersin, kita disunahkan untuk mengucapkan hamdalah. Hal ini karena bersin termasuk nikmat dari Allah sehingga patut untuk kita syukuri. Dengan bersin, sejumlah kotoran akan keluar seperti debu yang sangat kecil, atau mikroba yang terkadang masuk dalam organ pernafasan. Kesunahan ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmizi dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi saw bersabda;

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مَنْ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ يَرْحَمُكَ اللَّهُ

Sungguh Allah menyukai orang yang bersin dan tidak menyukai orang yang menguap. Jika salah satu dari kalian bersin, lalu ia mengucapkan, ‘Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah),’ maka hak bagi setiap orang yang mendengarkannya mengucapkan, ‘Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu).

Kesunahan membaca hamdalah ini juga berlaku ketika kita bersin saat mendengarkan khutbah Jumat. Meskipun berbicara dilarang saat mendengarkan khutbah Jumat, namun membaca hamdalah ketika bersin atau mendoakan orang yang bersin tidak dilarang. Bahkan menurut Syaikh Zainudin Al-Malibari, membaca hamdalah ketika bersin dan mendoakan orang yang bersin saat mendengarkan khutbah Jumat hukumnya adalah sunnah.

Hal ini sebagaimana beliau sebutkan dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

ويسن تشميت العاطس والرد عليه ورفع الصوت من غير مبالغة بالصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم عند ذكر الخطيب اسمه أو وصفه صلى الله عليه وسلم.

Baca Juga :  Ini Tiga Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

Dan disunahkan mendoakan orang yang bersin dan menjawab doanya, serta mengeraskan suara tanpa berlebihan saat membaca shalawat dan salam kepada Nabi Saw ketika khatib menyebut nama atau sifat Nabi Saw.

Melalui penjelasan di atas, membaca hamdalah ketika bersin atau mendoakan orang yang bersin saat mendengarkan khutbah Jumat tetap disunahkan. Hanya saja meski disunahkan, tidak boleh membacanya begitu keras hingga mengganggu jemaah Jumat yang lain. Cukup dibaca tanpa suara atau sekedar didengar diri sendiri dan orang yang duduk sangat dekat dengan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here