Bersentuhan dengan Sepupu, Apakah Membatalkan Wudhu?

0
64

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Safinatun Najah terdapat keterangan bahwa perkara yang membatalkan wudhu ada empat, di antaranya adalah menyentuh lawan jenis antara laki-laki dan perempuan. Baik menyentuh secara sengaja atau tidak, jika terjadi persentuhan antara lawan jenis, maka wudhu keduanya batal. Apakah bersentuhan dengan sepupu termasuk yang membatalkan wudhu?

Namun demikian, persentuhan antara lawan jenis ini dapat membatalkan wudhu bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut;

Pertama, tidak ada ikatan mahram antara keduanya. Jika ada ikatan mahram, maka persentuhan antara keduanya tidak membatalkan wudhu.

Kedua, anggota yang tersentuh antara kulit dan kulit, bukan rambut, kuku atau gigi. Bila hanya menyentuh rambut, atau menyentuh dengan kuku, maka wudhu keduanya tidak batal.

Ketiga, terjadi persentuhan langsung antara kulit laki-laki dan perempuan, tanpa ada penghalang seperti kain, plastik dan lain sebagainya. Jika ada penghalang, maka wudhu keduanya tidak batal.

Keempat, keduanya sudah mencapai batasan umur yang sudah bisa disukai lawan jenisnya atau disebut dengan haddun yusytaha.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

ذكر للتلاقي الناقض أربعة قيود لا بد منها: تلاقي البشرة، وكونه بين ذكر وأنثى، وكونه مع الكبر، وعدم المحرمية بينهما

Disebutkan bahwa persentuhan yang membatalkan wudhu harus memenuhi empat syarat; Persentuhan kulit antar kulit, antara laki-laki dan perempuan, keduanya sama-sama sudah dewasa, dan tidak ada hubungan mahram di antara keduanya.

Sepupu Bukan Termasuk Mahram

Sementara ikatan sepupu, menurut para ulama, tidak ada ikatan kemahraman di antara sepupu. Karena itu, jika seseorang menyentuh sepupunya yang berbeda jenis dan sudah sama-sama dewasa, maka wudhunya batal.

Ini sebagaimana terdapat keterangan dalam kitab Asnal Mathalib berikut;

فَإِنَّ بِنْتَ الْعَمِّ لِلْأُمِّ أَوْ لِلْأَبِ لَيْسَتْ فِي الْمَحَارِمِ فَإِنَّهُ يَحِلُّ لَهُ نِكَاحُهَا

Sesungguhnya anak perempuan dari saudara laki-laki (sepupu) baik seibu atau seayah bukan termasuk mahram, maka halal untuk dinikahi.

Berdasarkan penjelasan ini, maka dapat kita pahami bahwa sepupu bukan termasuk bagian dari mahram. Oleh karena itu, jika seseorang bersentuhan dengan sepupu, maka wudhunya batal, baik sepupu dari jalur ayah maupun sepupu dari jalur ibu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here