Benarkah Wudhu Tidak Batal Ketika Menyentuh Kemaluan Anak Kecil?

0
900

BincangSyariah.Com – Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa menyentuh kemaluan anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan, tidak membatalkan wudhu karena anak kecil belum baligh. Benarkah wudhu tidak batal ketika menyentuh kemaluan anak kecil?

Di antara perkara yang membatalkan wudhu adalah menyentuh kemaluan, baik kemaluan diri sendiri atau orang lain, kemaluan anak kecil maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan, hidup maupun sudah mati. Karena itu, anggapan bahwa menyentuh kemaluan anak kecil tidak membatalkan wudhu adalah tidak benar. Ketika seseorang menyentuh kemaluan diri sendiri atau orang lain, kecil maupun dewasa, maka wudhunya batal.

Hal ini telah dijelaskan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

الناقض الرابع: مس فرج الآدمي، فينتقض الوضوء إذا مس ببطن كفه فرج آدمي، من نفسه، أو غيره، ذكر أو أنثى، صغير أو كبير، حي أو ميت، قبلاً كان الممسوس، أو دبراً

“Perkara yang membatalkan wudhu yang keempat adalah menyentuh kemaluan anak adam (manusia). Karena itu, wudhu menjadi ketika seseorang menyentuh kemaluan anak adam dengan telapak tangannya, baik kemaluan diri sendiri, orang lain, laki-laki, perempuan, anak kecil, dewasa, hidup atau mati, baik yang disentuh adalah kemaluan depan (qubul) atau kemaluan belakang (dubur).”

Dalam kitab Safinatun Najah juga disebutkan bahwa menyentuh kemaluan anak kecil dengan telapak tangan atau telapak jari-jari tangan dapat membatalkan wudhu.

الرابع ) مس قبل الآدمي أو حلقة دبره ببطن الراحة أو بطون الأصابع ولو صغيراً أو ميتاً من نفسه أو غيره)

“Keempat (yang membatalkan wudhu), adalah menyentuh kemaluan depan anak adam atau menyentuh bagian kemaluan belakangnya dengan telapak tangan atau telapak jari-jari, meskipun kemaluan anak kecil, atau kemaluan mayat, kemaluan diri sendiri atau orang lain.”

Melalui penjelasan di atas, jika seseorang menyentuh kemaluan anak kecil yang belum baligh, maka wudhunya menjadi batal. Dia harus melakukan wudhu lagi ketika hendak melaksanakan shalat atau hendak menyentuh Alquran.

Baca Juga :  Agar Hijrah Tetap Istiqamah Menurut Quraish Shihab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here