Benarkah Shalat Dhuha Tidak Dianjurkan Setiap Hari?

0
366

BincangSyariah.Com – Dalam sebuh pengajian, ada seorang ustadz yang menjelaskan bahwa shalat Dhuha tidak dianjurkan dilakukan setiap hari. Alasannya, karena berdasarkan sebuah hadis dari Sayidah Aisyah, Nabi Saw melakukan shalat Dhuha hanya ketika datang dari perjalanan. Benarkah shalat Dhuha tidak dianjurkan setiap hari?

Semua ulama telah sepakat mengenai kesunnahan melaksanakan shalat Dhuha. Hanya saja mereka berbeda pendapat apakah shalat Dhuha dianjurkan untuk dilakukan setiap hari atau tidak. Menurut kebanyakan para ulama, shalat Dhuha dianjurkan untuk dilakukan setiap hari.

Terdapat beberapa hadis yang dijadikan dasar oleh para ulama terkait anjuran melaksanakan shalat Dhuha setiap hari. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Al-Darda’, dia berkata;

أَوْصَانِى حَبِيبِى صلى الله عليه وسلم بِثَلاَثٍ لَنْ أَدَعَهُنَّ مَا عِشْتُ: بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَبِأَنْ لاَ أَنَامَ حَتَّى أُوتِرَ

Kekasihku (Rasulullah) Saw mewasiatiku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan selama aku masih hidup; Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan aku tidak tidur sehingga shalat Witir dahulu.

Juga hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, bahwa Nabi Saw bersabda;

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Hendaklah setiap pagi setiap sendi salah seorang di antara kamu melakukan sedekah. Setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, amar ma’ruf itu sedekah, nahi munkar itu sedekah. Semua itu dicukupi dengan dua rakaat yang dilakukan pada waktu dhuha.

Sementara menurut ulama Hanabilah, tidak dianjurkan melakukan shalat Dhuha setiap hari, melainkan berselang-selang. Artinya, hari ini shalat Dhuha dan hari berikutnya tidak, dan begitu seterusnya.

Baca Juga :  Jelang 1 Ramadan 2020, Ini Panduan Zikir dan Doa Setelah Shalat Witir Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah

Adapun dalil yang dijadikan dasar adalah hadis riwayat Imam At-Tirmidzi dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata;

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى حَتَّى نَقُول: لاَ يَدَعُهَا، وَيَدَعُهَا حَتَّى نَقُول: لاَ يُصَلِّيهَا

Nabi Saw melakukan shalat Dhuha sampai kami bisa berkata Nabi Saw tidak pernah meninggalkannya. Dan Nabi Saw meninggalkan shalat Dhuha sampai kami bisa berkata beliau tidak melakukannya.

Juga hadis riwayat Imam Muslim dari Abdullah bin Syaqiq, dia berkata;

قُلْتُ لِعَائِشَةَ: أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى؟ قَالَتْ: لَا إِلَّا أَنْ يَجِيءَ مِنْ مَغِيبِهِ

Aku bertanya kepada Aisyah; Apakah Nabi Saw selalu melaksanakan shalat Dhuha? Aisyah menjawab; Tidak, kecuali beliau baru tiba dari perjalanannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here