Benarkah Shalat Awwabin Tidak Boleh Diqadha?

0
1283

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah tulisan di sebuah website tertentu, dijelaskan bahwa jika waktu shalat Awwabin sudah habis, maka shalat awwabin tidak boleh diqadha. Yang boleh diqadha hanya shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu. Benarkah shalat Awwabin tidak boleh diqadha?

Shalat Awwabin merupkan salah satu shalat sunnah muaqqat atau memiliki waktu tertentu. Dalam kitab Fathul Mu’in, Syaikh Zainuddin Al-Malibari menyebutkan bahwa waktu shalat Awwabin adalah antara shalat Maghrib dan Isya’. Beliau berkata sebagai berikut;

ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻷﻭﺍﺑﻴﻦ ﻭﻫﻲ ﻋﺸﺮﻭﻥ ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀﻭﺭﻭﻳﺖ ﺳﺘﺎ ﻭﺃﺭﺑﻌﺎ ﻭﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻭﻫﻤﺎ ﺍﻷﻗﻞ

Di antara shalat sunnah adalah shalat Awwabin. Ia berjumlah 20 rakaat dan dilakukan antara shalat Maghrib dan Isya’. Diriwayatkan bahwa ia berjumlah 6 rakaat, 4 rakaat dan 2 rakaat, dan 2 rakaat ini adalah jumlah rakaat paling sedikit. (Baca: Tata Cara Shalat Awwabin)

Oleh karena shalat Awwabin memiliki waktu tertentu, maka ia boleh diqadha. Setiap shalat sunnah muaqqat, seperti shalat Witir, shalat Awwabin dan linnya, boleh diqadha jika tertinggal dan tidak bisa melaksanakan sesuai waktunya. Hal ini sebagaimana oleh Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

يندب قضاء النفل المؤقت كالعيد والوتر والرواتب مطلقا بل لو اعتاد شيئا من النفل المطلق فتركه في وقته المعتاد ولو لعذر سن له قضاءه لئلا تميل الدعة والرفاهية

Disunnahkan mengqadha shalat sunnah yang mempunyai waktu seperti shalat Id, Witir, Rawatib secara umum. Bahkan jika seseorang terbiasa melakukan shalat sunnah mutlak, kemudian meninggalkannya pada waktu yang biasa dilaksanakan meskipun sebab ada uzur, maka sunnah baginya mengqadha shalat sunnah mutlak tersebut agar dirinya tidak condong pada kebiasaan enak-enak dan mewah-mewahan.

Baca Juga :  Keutamaan Salat di Masjid Quba

Bahkan dalam kitab Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi Al-Jawi menganjurkan agar shalat Awwabin diqadha jika tertinggal. Beliau berkata sebagai berikut;

ﻭﻣﻨﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻷﻭﺍﺑﻴﻦ وتسمى صلاة الغفلة ووقتها بعد صلاة المغرب الى مغيب الشفق الاحمر…..وتفوت بخروج وقت المغرب ويندب قضاءها اذا فاتت

Termasuk shalat sunnah adalah shalat Awwabin dan disebut shalat ghaflah. Waktunya setelah shalat Maghrib sampai tenggelamnya mega merah. Waktunya habis dengan berakhirnya waktu shalat Maghrib, dan dianjurkan untuk diqadha jika tertinggal.

Dengan demikian, jika seseorang sudah terbiasa melakukan shalat Awwabin dan pada waktu ada udzur sehingga tidak bisa melakukannya, maka dia boleh menggantinya di waktu yang lain, bahkan hal itu dianjurkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here