Benarkah Orang Buta Lebih Utama Menjadi Imam Karena Tidak Pernah Melihat Maksiat?

0
952

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah pengajian, ada seorang ustadz yang menjelaskan bahwa orang buta atau tuna netra lebih baik untuk menjadi imam dibanding orang yang normal penglihatannya. Ini disebabkan karena orang yang buta tidak pernah melihat maksiat. Benarkah orang buta lebih utama menjadi imam karena tidak pernah melihat maksiat? (Hukum Shalat Berjemaah bagi Tunanetra dan Tunarungu)

Pada dasarnya, orang buta boleh menjadi imam shalat berjemaah. Bagi tuna netra tidak ada larangan untuk menjadi imam shalat berjemaah selama dia layak untuk menjadi imam. Bahkan Nabi Saw pernah mengangkat Ibnu Ummi Maktum yang buta untuk menjadi imam shalat berjemaah di Madinah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bazzar dari Ibnu Abbas, dia berkata;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اسْتَخْلَفَ ابْنَ أُمِّ مَكْتُومٍ على المدينة يصلي بالناس

Sesungguhnya Nabi Saw mengangkat Ibnu Ummi Maktum untuk kota Madinan dan mengimami orang shalat.

Adapun terkait pendapat yang mengatakan bahwa orang buta lebih baik menjadi imam shalat berjemaah dengan alasan tidak pernah melihat maksiat, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Menurut Imam Syafii dan kebanyakan ulama Syafiiyah, baik orang yang buta maupun orang yang normal penglihatannya sama-sama boleh menjadi imam shalat berjemaah dan di antara keduanya tidak ada yang lebih utama dibanding yang lain.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Majmu berikut;

والصحيح عند الأصحاب ان البصير والأعمى سواء كما نص عليه الشافعي

Menurut pendapat yang shahih di kalangan ulama Syafiiyah, bahwa orang yang normal dan orang buta kedudukannya sama, sebagaimana ditegaskan oleh Imam Syafii.

Menurut Imam Abu Ishaq, orang yang buta lebih utama menjadi imam karena selain tidak pernah melihat maksiat, dia juga tidak melihat hal-hal yang bisa merusak kekhusyukan shalat. Namun menurut Imam Al-Syairazi, orang yang normal penglihatannya lebih utama menjadi imam karena dia dapat melihat najis yang bisa merusak keabsahan shalatnya.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

وقال أبو إسحاق المروزي الأعمى أولى وعندي أن البصير أولي لأنه يجتنب النجاسة التي تفسد الصلاة والأعمى يترك النظر إلى ما يلهيه ويفسد الصلاة به

Abu Ishaq Al-Maruzi berkata orang buta lebih utama. Sementara menurut saya, orang yang normal penglihatannya lebih utama karena dia dapat melihat najis yang bisa merusak shalat, sementara orang buta tidak melihat hal-hal melalaikan dirinya namun terkadang shalat bisa rusak dengannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here