Benarkah Menurut Imam Syafii Lebih Utama Shalat Tarawih Sendirian Dibanding Berjemaah?

0
1618

BincangSyariah.Com – Kebanyakan ulama Syafiiyah mengatakan bahwa shalat tarawih dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjemaah. Namun dalam dalam sebuah keterangan disebutkan bahwa Imam Syafii sendiri lebih memilih dan lebih mengutamakan shalat tarawih dilaksanakan sendirian dibanding berjemaah. Benarkah demikian? (Baca: Dalam Shalat Tarawih, Apakah Wajib Niat Setiap Takbiratul Ihram?)

Mengenai shalat tarawih, pada dasarnya para ulama berbeda pendapat apakah lebih utama dilaksanakan secara berjemaah atau dilaksanakan sendirian, termasuk di kalangan ulama Syafiiyah sendiri. Namun menurut pendapat kebanyakan ulama, shalat tarawih dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjemaah.

Ini adalah pendapat Imam Al-Buwaithi dan kebanyakan ulama Syafiiyah. Di antara dasarnya adalah karena Sayidina Umar mengumpulkan kaum muslimin untuk melaksanakan shalat tarawih dengan diimami oleh Ubay bin Ka’ab.

Sementara menurut sebagian ulama Syafiiyah yang lain, shalat tarawih lebih utama dilaksanakan sendirian. Hal ini karena Nabi Saw lebih banyak shalat tarawih sendirian dibanding berjemaah. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

والافضل ان يصليها في جماعة نص عليه البويطي لِمَا رُوِيَ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ جمع الناس علي ابى بن كعب ومن اصحابنا من قال فعلها منفردا أَفْضَلُ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ليالي فصلوها معه ثم تأخر وصلى في بيته باقى الشهر

Yang paling utama adalah melaksanakan shalat tarawih secara berjemaah. Ini ditegaskan oleh Imam Al-Buwaithi karena diriwayatkan bahwa Sayidina Umar mengumpulkan kaum muslimin atas imam Ubay bin Ka’ab. Sebagian ulama kami (Syafiiyah), ada yang mengatakan bahwa shalat tarawih lebih utama sendirian karena Nabi Saw mengerjakan shalat tarawih beberapa malam, kemudian sahabat ikut shalat bersama Nabi Saw, kemudian Nabi Saw undur diri dan shalat di rumahnya di sisa bulan.

Selain itu, menurut ulama Syafiiyah, di antara perbedaan pendapat di kalangan ulama Syafiiyah dipicu oleh perkataan Imam Syafii. Disebutkan dalam kitab Al-Majmu, bahwa beliau pernah mengatakan;

وَسَبَبُ هَذَا الْخِلَافِ أَنَّ الشَّافِعِيَّ رَحِمَهُ اللَّهُ قَالَ فِي الْمُخْتَصَرِ وَأَمَّا قِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ فَصَلَاةُ الْمُنْفَرِدِ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْهُ

Sebab perbedaan ini adalah bahwa Imam Syafii pernah berkata dalam kitab Al-Mukhtashar; Adapun qiyamu (ibadah) di bulan Ramadhan, maka shalat sendirian lebih aku cintai dibanding berjemaah.

Dalam menanggapi perkataan Imam Syafii ini, ulama Syafiiyah berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa maksud Imam Syafii adalah bahwa melaksanakan shalat tarawih sendirian lebih utama dibanding dilaksanakan secara berjemaah. Sementara yang lain mengatakan bahwa maksud Imam Syafii adalah bahwa shalat rawatib yang tidak dilaksanakan secara berjemaah lebih aku cintai dibanding shalat tarawih meskipun shalat tarawih disyariatkan berjemaah.

Di antara dua tafsir ini, menurut ulama Syafiiyah, tafsir kedua adalah yang shahih dan dipilih. Oleh karena itu, menurut ulama Syafiiyah, kurang tepat menisbatkan shalat tarawih lebih utama dilaksanakan sendirian dibanding berjemaah pada perkataan Imam Syafii.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here