Benarkah Membaca Ta’awwudz dalam Shalat Hanya Dianjurkan Pada Rakaat Pertama?

0
23

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah pengajian ada seorang ustadz yang menjelaskan bahwa anjuran membaca ta’awwudz dalam shalat hanya dianjurkan pada rakaat pertama saja. Sementara rakaat kedua dan seterusnya tidak dianjurkan membaca ta’awwudz. Benarkah demikian?

Menurut para ulama, ketika kita hendak membaca surah Al-Fatihah dalam shalat pada rakaat pertama, maka kita dianjurkan untuk mengawalinya dengan membaca ta’awwudz terlebih dahulu dengan suara pelan. Ini adalah kesepakatan para ulama.

Adapun pada rakaat kedua dan seterusnya, maka para ulama berbeda pendapat terkait anjuran membaca ta’awwudz sebelum membaca surah Al-Fatihah. Setidaknya, ada dua pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama, menurut pendapat mazhab di kalangan ulama Syafiiyah, dan sebagian ulama Malikiyah dan Hanabilah, membaca ta’awwudz dianjurkan tidak hanya pada rakaat pertama, melainkan dalam setiap rakaat dalam shalat. Menurut pendapat ini, mengulang-ulang membaca ta’awwudz dalam setiap rakaat hukumnya adalah sunnah, sebagaimana kesunnahan membaca ta’awwudz dalam rakaat pertama.

Kedua, menurut ulama Hanafiyah dan merupakan pendapat madzhab di kalangan ulama Hanabilah, membaca ta’awwudz hanya disunnahkan pada rakaat pertama, sementara rakaat kedua dan seterusnya hukumnya adalah makruh. Berdasarkan pendapat ini, maka mengulang-ulang membaca ta’awwudz dan seterusnya tidak disunnahkan, melainkan dimakruhkan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

تَكْرَارُ الاِسْتِعَاذَةِ فِي كُل رَكْعَةٍ:الاِسْتِعَاذَةُ مَشْرُوعَةٌ فِي الرَّكْعَةِ الأْولَى بِاتِّفَاقٍ، أَمَّا تَكْرَارُهَا فِي بَقِيَّةِ الرَّكَعَاتِ فَإِنَّ الْفُقَهَاءَ يَخْتَلِفُونَ فِيهِ عَلَى رَأْيَيْنِ:الأْوَّل: اسْتِحْبَابُ التَّكْرَارِ فِي كُل رَكْعَةٍ، وَهُوَ قَوْل ابْنِ حَبِيبٍ مِنَ الْمَالِكِيَّةِ، وَلَمْ يُنْقَل أَنَّ أَحَدًا مِنْهُمْ خَالَفَهُ، وَهُوَ الْمَذْهَبُ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ الثَّانِي: كَرَاهِيَةُ تَكْرَارِ الاِسْتِعَاذَةِ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ وَمَا بَعْدَهَا عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ، وَقَوْلٌ لِلشَّافِعِيَّةِ، وَهُوَ الْمَذْهَبُ عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ

Mengulang-ulang isti’adzah dalam setiap rakaat: Isti’adzah disyariatkan pada rakaat pertama menurut kesepakatan para ulama. Adapun mengulang-ulang isti’adzah dalam rakaat selain rakaat pertama, maka ada dua pendapat di kalangan ulama fiqih. Pertama, disunnahkan mengulang-ulang isti’adzah dalam setiap rakaat. Ini adalah pendapat Ibn Habib dari kalangan Malikiyah, dan tidak ada ulama Malikiyah yang berbeda dengannya. Ini merupakan pendapat madzhab menurut ulama Syafiiyah. Kedua, makruh mengulang-ulang isti’adzah pada rakaat kedua dan seterusnya menurut ulama Hanafiyah, dan sebagian ulama Syafiiyah dan pendapat madzhab menurut ulama Hanabilah.

Dengan demikian, pendapat yang mengatakan bahwa ta’awwudz hanya dianjurkan pada rakaat pertama adalah pendapat yang tidak benar, karena ada sebagian ulama, terutama ulama Syafiiyah, tetap menganjurkan membaca ta’awwudz pada rakaat kedua dan seterusnya sebelum membaca surah Al-Fatihah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here