Belajar Adab Mendengarkan Adzan Dari Habib Umar 

0
1098

BincangSyariah.Com – Adzanialah seruan yang ditujukan kepada umat Islam untuk sebagai pertanda masuknya waktu sholat atau panggilan untuk menunaikan sholat. Hukum mengumandangkan adzan ialah sunah muakadah dalam syariat, namun adapula yang berpendapat hukumnya fardhu kifayah dan ini lebih kuat. Dalam fiqh Syafi’iyyah adzan dikumandangkan tidak hanya ketika masuk waktu sholat, melainkan dalam beberapa keadaan, seperti saat kelahiran bayi, kematian seseorang, dan ketika terjadi badai, gempa bumi, kebakaran, dll.

Syariat juga mengajurkan untuk umat Islam yang mendengarkan adzan agar khusyu’ dan menjawab adzan dengan lafaz yang sama sebagaimana yang muadzin kumandangkan, hanya saja ketika sampai seruan hayya ‘alash sholah dan hayya ‘alal falah, orang yang mendengarnya mengucapkan laa haula wa laa quwwata illa billaah.

Disunahkan pula untuk menghentikan berbagai aktifitas ketika mendengar suara adzan berkumandang, guna mendengarkan adzan dengan khusyu’ dan menjawab seruannya. Jika tidak memungkinkan untuk menghentikan aktifitas yang sedang dikerjakan, maka cukup mendengarkannya dan menjawabnya.

Dari Sahabat Sa’id al Khudriy bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda “Apabila kalian mendengar Adzan, maka jawablah seperti yang diucapkan oleh muadzin (orang yang mengumandangkan adzan).”

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ini, Nabi Muhammad Saw. sendirilah yang memerintahkan Sahabat dan umatnya untuk menjawab panggilan adzan. Nabi Saw. juga menjelaskan tentang ganjaran untuk orang-orang yang mau menjawab adzan.

Begitu juga dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam An Nasa’i, dari Sahabat Abu Hurairah bahwasanya, pernah suatu saat kami bersama Rasulullah Saw., lalu Beliau Saw. memerintahkan Sahabat Bilal untuk berdiri mengumandangkan adzan. Setelah selesai adzan. Rasulullah Saw. bersabda “Siapa orang yang mengucapkan seperti yang diucapkan seorang muadzin dengan yakin, maka dia masuk surga.”

Baca Juga :  Doa Ketika Azan Magrib Berkumandang

Bagi pecinta Nabi Muhammad Saw. sudah pastilah akan mengamalkan setiap kesunahan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Karena pembuktian dari cinta adalah perbuatan (amal). Termasuk kesunahan untuk mendengarkan adzan dan menjawabnya. Di akhir zaman ini sudah banyak yang telah meninggalkan kesunahan-kesunahan Nabi Saw. bahkan ada yang menganggapnya sebagai suatu hal yang remeh –Na’udzubillah–.

Sayyidil Habib Umar bin Hafidz ketika memberikan nasehatnya pada acara Haul Syeikh Abu Bakr bin Salim, Habib Umar menghentikan ceramahnya dikarenakan Beliau mendengar suara adzan dan Beliau pun mengumandangkan adzan.
Banyak hikmah yang dapat diambil dari kejadian tersebut.

Pertama, Adzan ialah suatu syiar di dalam Islam yang harus dimuliakan. Dan setiap Muslim dianjurkan untuk memuliakan syiar ini, dengan cara mendengarkannya secara khusyu’ dan menjawabnya serta memenuhi panggilannya. Maka, sungguh hal yang aneh jika ada seorang Muslim yang tidak merasakan hal yang istimewa dikala ia mendengarkan adzan atau justru ia cenderung merasa biasa saja.

Kedua, Sunah yang diajarkan kepada Nabi Muhammad Saw. hendaknya dilakukan semaksimal mungkin, mengingat bahwa setiap kesunahan yang diajarkan oleh Nabi Saw. adalah petunjuk berkehidupan untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan.
Ketiga, Berpegangteguhlah akan ajaran dan syariat Nabi Muhammad Saw. karena tidak ada kebaikan untuk umat Islam melainkan di dalam menjalankan syariat Nabi Saw. dengan penuh kecintaan dan keikhlasan.

Keempat, Meneladani kehidupan Nabi Saw. adalah metode menjaga diri dari fitnahnya akhir zaman ini. Akhir zaman ini pastilah akan dipenuhi dengan berbagai fitnah dan bala bencana dan untuk membentengi diri ini dari hal-hal tersebut ialah dengan meneladani Nabi Saw.

Kelima, Hendaknya seorang figur atau tokoh mempraktekkan ilmu yang diajarkannya secara langsung dihadapan umat atau jamaahnya. Biasanya, hal itu lebih membekas di dalam hati jamaahnya ketimbang Sang Tokoh hanya memberikannya teori-teori tanpa adanya penerapan secara langsung.

Baca Juga :  Hukum dan Tata Cara Pelaksanaan Salat Gaib

Keenam, Seorang tokoh adalah buku pandunan yang sangat mudah dilihat dan dibaca oleh umat, sehingga setiap perilaku sang tokoh akan lebih mudah diingat dan diamalkan oleh jamaahnya. Jika sang tokoh mengamalkan amalan kebaikan maka niscaya jamaahnya akan melakukannya.

Sayyidil Habib Umar bin Hafidz adalah seorang Ulama yang sangat berpengaruh di dunia. Dakwahnya yang sangat indah sesuai ajaran Nabi Muhammad Saw. itulah yang menjadikan Beliau Hafidzahullaah dirindukan oleh jamaahnya di berbagai negara. Nasehatnya bagaikan mutiara yang sangat berharga. Perilakunya menjadi teladan untuk pecintanya.

Semoga Allah memudahkan kita dalam menjalankan kesunahan Nabi Muhammad Saw. Wallaahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here