Bekal Agar Selamat dari Siksa Kubur

4
11806

BincangSyariah.Com – Ketika kita mendengar kalimat “siksa kubur”, maka yang terbesit adalah kondisi yang tidak tidak mengenakkan. Atau bahkan imajinasi kita bervisualisasi tentang sebuah tempat yang sempit, gelap, tuang-tulang rusuk saling bersilangan dan yang datang menemani adalah teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya. Gambaran tersebut benar adanya, namun hanya berlaku bagi orang telah beramal buruk semasa hidupnya.

Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kita yang banyak beramal saleh dan selamat dari siksa kubur. Jauh-jauh sebelum kematidan dan hari kiamat tiba, tidak ada ruginya untuk memperbanyak doa sapu jaded dalam setiap akhir doa atau pada waktu-waktu mustajab. Yang demikian adalah tentang sebuah harapan agar kita diselamatkan dari siksa kubur yang amat pedih. Dalam QS Al Baqarah ayat 201 diceritakan:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka

Semoga kita termasuk dari sebagian orang yang berdoa seperti di atas dan diselamatkan dari siks kubur. Berbincang tentang siksa kubur, Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam kitab  Busyral Karim menuliskan beberapa bekal yang bisa kita amalkan saat menjelang sakratul maut agar selamat dari berbagai siksa kubur. Beliau memaparkan sebagai berikut:

ومن قرأ “قل هو الله أحد” أربعين مرة في مرض موته فانه ورد أنه لايفتن في قبره ويأمن ضغطته وتحمله الملائكة بأكفها حتى تجيزه الصراط إلى الجنة

Siapa yang membaca surat Al Ikhlas  sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya, maka telah datang keterangan hadits menyebutkan bahwa ia tidak disiksa dalam kubur. Ia juga aman dari impitan kubur. Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.”

Baca Juga :  Hukum Khutbah Jumat Menggunakan Kaset

Keterangan tersebut bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain. Selain mentalqin (mengucapkan  lailaha illallah), mengajak orang yang menjelang dijemut kematian atau sakratul maut untuk membaca surat Al Ikhlas sebanyak empat puluh kali juga dianjurkan.  Karena barangsiapa yang sempat membaca surat Al Ikhlas sebanyak empat puluh kali sebelum nafasnya berakhir, maka ia akan selamat dari siksa kubur.

Dan tidak hanya itu, membaca surat Al Ikhlas sebanyak empat puluh kali tersebut juga menyebabkan malaikat sudi menemani dalam penyebrangan jembatan sirathal mustaqim hingga surga. Sirathal mustaqim merupakan sebuah jembatan yang dibentangkan di atas neraka yang menghubungkan dengan surga. Jika saat penyebrangan saja sudah ditemani oleh para malaikat, tentu sang pembaca surat Al Ikhlas tersebut akan selamat hingga surga.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here