Begini Nabi Mengajarkan Tata Cara Tayamum bagi Orang Junub

0
1072

BincangSyariah.Com – Tayamum adalah alternatif bersuci dengan menggunakan debu, baik dari hadas kecil atau besar. Tayamum diperbolehkan jika seseorang tidak bisa mendapatkan air untuk bersuci atau ketika dalam keadaan sakit yang tidak boleh terkena air.

Jadi tayamum tidak hanya bisa menggantikan wudu, tapi tayamum juga bisa menggantikan mandi besar. Dulu ketika pada awal Islam, ada juga sahabat yang mengira bahwa tayamum tidak bisa dilakukan bagi orang yang berhadas besar. Dalam sebuah riwayat dikatakan

عن عمران بن حصين رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رجلا معتزلا لم يصل في القوم؟ فقال: “يا فلان ما منعك أن تصلي في القوم؟” فقال: يا رسول الله أصابتني جنابة ولا ماء, فقال: “عليك بالصعيد فإنه يكفيك”

Dari Sahabat Amran bin Hushain ra, sesungguhnya Rasulullah saw. melihat seorang laki-laki memisahkan diri dan tidak ikut salat dengan kaumnya. Maka berkata Nabi, “Wahai fulan apa yang mencegahmu untuk salat bersama kaummu?” Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku sedang junub dan tidak ada air.” “Gunakanlah debu, sesungguhnya itu mencukupimu,” kata Nabi. (HR. Bukhari)

Tayamum disyariatkan pada tahun keenam Hijriyah. Mungkin saja waktu itu penjelasan mengenai syariat tayamum belum sampai kepada seseorang dalam hadis ini, sehingga pada saat itu ia ragu akan kebolehan tayamum bagi orang berhadas besar (janabah).

Menurut Ibnu Daqiq al-Id dalam Ihkamu al-Ahkam, hadis ini menunjukkan dengan jelas bahwa bagi orang junub boleh mengganti mandi suci dengan tayamum, dan tidak ada para ahli fikih yang berbeda pendapat mengenai hal ini.

Pernah suatu kali Rasulullah membetulkan cara tayamum seorang sahabat yang bernama Amar bin Yasar, yang kala itu dalam keadaan junub, sedangkan ia tidak bisa mendapatkan air untuk bersuci. Ammar bin Yasar adalah salah seorang sahabat yang meninggal di perang Shiffin bersama Sayidina Ali ra. pada umur 37.

Baca Juga :  Amalan yang Sangat Disukai Rasulullah Saw.

Diceritakan dalam sebuah hadis

عن عمار بن ياسر رضي الله عنهما قال: بعثني النبي صلى الله عليه وسلم في حاجة فأجنبت فلم أجد الماء فتمرغت في الصعيد كما تمرغ الدابة ثم أتيت النبي صلى الله عليه وسلم فذكرت ذلك له فقال: “إنما يكفيك أن تقول بيديك هكذا” ثم ضرب بيديه الأرض ضربة واحدة ثم مسح الشمال على اليمين وظاهر كفيه ووجهه

Dari Amar bin Yasar ra berkata, “Suatu ketika Nabi saw. mengutusku untuk suatu keperluan, waktu itu aku junub dan tidak ada air, maka aku berguling-guling di tanah seperti keledai  yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku mendatangi Nabi dan menceritakan hal itu kepadanya. Lalu Nabi Berkata, ‘Sesungguhnya cukup bagimu mengatakan dengan tanganmu seperti ini,’ lalu beliau menepuk kedua tangannya ke tanah satu kali tepukan kemudian tangan kirinya mengusap tangan kanan dan tangan bagian depannya serta wajahnya.”

Dalam hadis ini Ammar menyangka bahwa yang harus diusap ketika tayamum untuk janabah sebagaimana hukum mandi untuk janabah karena itu adalah pengganti untuknya. Karena itu dia berguling-guling untuk meretakan debu di sekujur tubuhnya.

Melihat itu Rasulullah membetulkannya dan memberitahukan kepadanya cukup mengusap tangan dan wajah bahwa segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat memiliki hikmah dan hukumnya sendiri. Karena dalam wudu pun tidak semua anggota wudu dibasuh.

Adapun artikel lengkap seputar tayamum seperti rukun, syarat dan hal-hal yang membatalkan tayamum bisa anda baca di sini.

Wallahu’alam.

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here