Begini Cara Nabi Mandi Janabah

3
3504

BincangSyariah.Com – Suatu ketika,  Aisyah ra. dan Rasulullah Saw. dalam keadaan junub kemudian mereka berdua mandi bersama dari satu tempat atau gayung yang sama, sehingga tangan mereka harus saling gantian mengambil air dari bak mandi.

Ketika itulah Aisyah mengetahui bagaimana cara Rasulullah mandi Janabah dan dengan pengetahuan  itu beliau  mengajarkan kepada umat muslim bagaimana cara Rasululah mandi Janabah.

عن عائشة رضي الله عنها قال: “كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا اغتسل من الجنابة غسل يديه ثم توضأ وضوءه للصلاة ثم اغتسل ثم يخلل بيديه شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات ثم غسل سائر جسده

Dari Aisyah ra berkata, ‘ Biasanya Nabi Saw ketika mandi janabah beliau akan membasuh tangannya terlebih dahulu kemudian melakukan wudhu seperi wudhunya untuk shalat, kemudian beliau mulai mandi, dengan kedua tangannya beliau menyelah-nyelahi rambutnya hingga beliau merasa basah telah rata pada kulit rambutnya beliau mulai meyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiramkan seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Syaikh Ibnu Daqiq al-Id mengatakan dalam kitab Ihkamul Ahkam bahwa menurut Ahli Hadis mengjelaskan kalimat kana dalam hadis di atas secara bahasa berarti bahwa hal itu sering dilakukan dan itu kebiasaan yang sering dilakukan Nabi Saw ketika mandi janabah. Adapun cara Mandi Nabi saat Janabah adalah sebagai berikut

Pertama, mencuci kedua tangan terlebih dahulu.  Syaikh Ibnu Daqiq menjelaskan mencuci kedua tangan ini dilakukan pada permulaan mandi dan hukumnya sunah. Pada saat ini sunah pula  mengucapkan ta’awuz yakni  membaca a’udzu billahi minasy syaithanir rajim. Artinya aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Baca Juga :  Tigal Hal yang Disunnahkan Saat Tayamum

Kemudian membaca niat mandi besar

نويت الغسل لرفع الحدث الأكبر لله تعالى

Artinya; Aku niat mandi untuk mengangkat hadas besar karena Allah ta’ala

Kedua, sunnah membasuh anggota wudhu terlebih dahulu sebelum mulai mandi janabah.  Menurut Syaikh Ibnu Daqiq inilah maksud dari redaksi kalimat dalam hadis di atas yang menyebutkan Nabi memulai mandinya dengan wudhu seperti wudhunya orang yang akan shalat

Ketiga, menyelah-nyelahi rambut dengan jari-jarinya yang basah dengan air hingga beliau merasa kulit kepala basah secara merata. Hal ini dilakukan agar ketika persediaan air terbatas air tetap menyapu seluruh bagian kulit hingga ujung rambut.

Keempat, menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali. Dengan demikian maka air benar-benar menyentuh seluruh bagian kulit kepala tanpa terkecuali.

Kelima, menyiramkan air ke seluruh badannya secara merata. Perlu diingat bahwa meratakan seluruh air keseluruh tubuh merupakan syarat sahnya mandi besar. Namun jangan sampai terlalu banyak menghabiskan air jika telah dirasa air telah rata membasahi tubuh.

Dengan meniru cara mandi Rasulullah sebagaimana diceritakan Aisyah ra, tubuh akan tersiram rata dengan air meski air yang digunakan terbatas. Wallahu’alam.

3 KOMENTAR

  1. Usul Mas dan mbak
    Mohon dong, kutipan-kutipan yg di ambil itu, kiranya juga disertakan nama kitab/bukunya, tidak hanya nama orangnya/ulama ahlinya. Maaf dan terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here