Apakah Boleh Membatalkan Shalat Fardhu karena Dipanggil Orangtua?

0
1484

BincangSyariah.Com – Ketika kita sedang melaksanakan shalat fardhu, kadang ada orangtua yang memanggil. Tentu hal ini membuat kita bimbang antara meneruskan shalat fardhu atau menjawab panggilan orangtua dengan membatalkan shalat fardhu. Dalam Islam, apakah boleh membatalkan shalat fardhu untuk menjawab panggilan orangtua?

Membatalkan shalat fadhu untuk menjawab panggilan orangtua hukumnya tidak diperbolehkan. Bahkan menurut Syaikh Al-Bajuri, membatalkan shalat untuk menjawab panggilan orangtua haram. Hal ini karena panggilan orangtua tidak termasuk perkara darurat yang boleh membatalkan shalat fardhu. (Sebelas Hal yang Dapat Membatalkan Shalat)

Boleh membatalkan shalat fadhu untuk menjawab panggilan orang tua bila hal itu termasuk perkara mendesak dan darurat. Misalnya, kita khawatir terhadap keselamatan orangtua yang membutuhkan pertolongan karena sakit, atau lainnya. Dalam keadaan demikian, membatalkan shalat fardhu dan menjawab panggilan orangtua hukumnya wajib.

Oleh karena itu, jika ada orangtua memanggil pada saat kita sedang melaksanakan shalat fardhu, jika panggilan itu tidak mendesak, maka kita cukup memberi isyarat padanya bahwa kita sedang melaksanakan shalat. Misalnya, dengan cara membaca tasbih, mengeraskan bacaan shalat sehingga orangtua mengerti bahwa kita sedang melaksanakan shalat.

Namun jika sedang melaksanakan shalat sunnah, maka boleh membatalkan shalat dan menjawab panggilan orang tua. Bahkan lebih baik membatalkan shalat sunnah dan menjawab panggilan orangtua jika khawatir orangtua akan kecewa bila panggilannya tidak dijawab.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiayatul Bajuri berikut;

واجابة الوالدين حرام في الفرض لان قطعه حرام جائزة في النفل ثم ان شق عليهما عدمها فالاولي الاجابة وتبطل بها

Menjawab panggilan orangtua hukum haram dalam shalat fardhu karena memutus shalat fardhu adalah haram, dan boleh menjawab panggilan orang tua dalam shalat sunnah. Kemudian jika tidak dijawab akan mengecewakan orang tua, maka sebaiknya menjawab dan membatalkan shalat.

Baca Juga :  Tingkatan Keutamaan Berjemaah dalam Shalat Wajib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here